Pelaksanaan dan Sunnah-Sunnah di Hari Raya Iduladha

Iduladha menjadi momen bagi umat Islam untuk mengenang kisah Nabi Ibrahim a.s. saat menerima ujian terberat dari Allah SWT, yaitu merelakan putra tercintanya, Nabi Ismail a.s.

Ujian ini sungguh mendalam, mengingat Nabi Ibrahim a.s. dan Sarah telah menanti kehadiran buah hati selama puluhan tahun hingga usia senja. Bersama keikhlasan Sarah yang meminta sang suami menikahi Hajar, Allah SWT akhirnya menjawab kerinduan mereka. Lahirlah Nabi Ismail a.s., sang pelipur lara yang begitu dinantikan di tengah keluarga.

Namun, saat Nabi Ismail a.s. baru beranjak remaja, Allah SWT menguji cinta mereka melalui perintah untuk menyembelih sang putra. Di sinilah keindahan akhlak ayah dan anak terpancar. Tanpa keraguan, Nabi Ibrahim a.s. menyampaikan wahyu tersebut dan Nabi Ismail a.s. dengan meneguhkan hati meminta sang ayah menaati perintah-Nya.

Berkat ketulusan ini, Allah SWT menyelamatkan Nabi Ismail a.s. di detik-detik terakhir dan menggantikannya dengan seekor domba. Peristiwa ini pun menjadi dasar disyariatkannya ibadah penyembelihan hewan kurban (seperti unta, sapi, kambing, atau domba) setiap tahun.

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. dapat Sobat Zakatel baca dalam Al-Qur’an Surat As-Saffat (37) ayat 99 sampai 111.

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Iduladha

Menukil lampung.baznas.go.id (27/4), hukum Salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan baik bagi laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan sekalipun.

Waktu pelaksanaan Salat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk melaksanakannya lebih awal dibandingkan salat Idulfitri agar memberi kesempatan lebih luas untuk prosesi ibadah kurban setelahnya.

Niat Salat Iduladha

Bacaan niatnya salat Idualdha

  • Sebagai makmum: Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala
  • Sebagai imam: Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Salat Idul Adha

Salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya:

Rakaat Pertama:

  1. Niat di dalam hati.
  2. Takbiratul ihram (Allahu Akbar).
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk takbiratul ihram). Di antara takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
  5. Membaca surat Al-Fatihah. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la.
  6. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa.

Rakaat Kedua:

  1. Berdiri kembali. Takbir sebanyak 5 kali. Di antara takbir membaca tasbih, tahmid, dan tahlil seperti pada rakaat pertama.
  2. Membaca Al-Fatihah.
  3. Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah.
  4. Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
  5. Tasyahud akhir dan salam.

Setelah selesai salat Iduladha, disunnahkan menyimak khutbah yang disampaikan oleh khatib karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak.

Sunnah-Sunnah dalam salat Iduladha

Agar pelaksanaan salat Iduladha semakin sempurna terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain:

  • Mandi sebelum berangkat salat.
  • Memakai pakaian terbaik.
  • Menggunakan wewangian.
  • Berjalan kaki menuju tempat salat jika memungkinkan.
  • Mengumandangkan takbir sejak malam Iduladha hingga hari tasyrik.
  • Tidak makan sebelum salat (berbeda dengan Idul Fitri).
  • Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.

Sunnah-sunnah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, dan semangat kebersamaan dalam beribadah. Semoga kita dapat mengikuti pelaksanaannya dengan baik serta dapat meneladani ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.

Sobat Zakatel, mari meraih pahala jariyah dengan menebar manfaat bagi sesama. LAZ Zakatel menerima dan menyalurkan titipan kurban Anda melalui rekening berikut:

💳 BNI: 2.229.222.920

💳 BSI: 77.333.333.77

a.n Zakatel Citra Caraka

📲 Tidak lupa konfirmasi official call center kami: 0812 2374 1539

Tapi gimana kalau budgetnya belum cukup buat kurban?” Tenang, Sobat tetap bisa mendapat pahala dengan berbuat baik melalui infak kurban mulai Rp50.000. Nantinya infak disalurkan untuk:

  • Patungan hewan kurban (Sedekah daging): total dana tersebut nantinya digabungkan untuk membeli hewan kurban seperti sapi atau kambing.
  • Infaq Operasional dan Distribusi: dana infak digunakan untuk membantu biaya operasional, pengadaan perlengkapan penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kurban ke daerah pelosok.

Mari berkurban melalui Zakatel. Informasi lebih lanjut kontak Call Center kami 0812 2374 1539. Barakallahu fiikum.

About Company

Zakatel adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengelola zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. Kami pun mendistribusikan kepada yang berhak dan sesuai dengan syari’at islam.

Most Recent Posts

  • All Posts
  • Dakwah
  • Kemanusiaan
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Tahunan
  • Masjid
  • Peduli Pendidikan
  • Peduli Sosial
  • Ramadhan
  • Tebar Al-Quran
  • Tebar Beras
  • Tebar Qurban

Category

Tags