Tren Gemar Berbagi Lahirkan Generasi Suka Menolong

Sektor filantropi Islam di tanah air belakangan ini sedang mengalami pergeseran sudut pandang yang sangat mendasar. Pandangan ini mengemuka saat LAZ Zakatel menghadiri forum diskusi BAZNAS Fundraising Forum pada Rabu, 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT), Geger Kalong, Bandung.

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, dan Kementerian Agama RI ini menghadirkan pemaparan mendalam dari Bapak Jajang Nurjaman, S.E selaku Direktur Utama DT Peduli. Beliau menyampaikan sebuah pesan penting mengenai esensi sejati dalam mengelola dana umat melalui materi bertajuk Roots Before Fruits. Prinsip ini mengingatkan kita semua mengapa masa depan zakat tidak ditentukan oleh fundraising, tetapi oleh kemampuan menumbuhkan akar kedermawanan. Landasan utama dari pemikiran ini bersandar pada Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24-25, yang artinya: “Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik; akarnya kuat menghunjam dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu bagi manusia agar mereka selalu mengambil pelajaran.”

Melalui ayat ini kita diajak melihat pentingnya memiliki akar yang kuat agar bisa bertumbuh tinggi dan berbuah setiap waktu. Beliau menekankan pentingnya mengubah kebiasaan lama dalam dunia penghimpunan dana umat. Selama ini, banyak pihak terjebak pada paradigma Lama: Mengecat buah, dimana fokus lembaga hanya tertuju pada akibat, yaitu memoles strategi pengumpulan dana agar angka zakat naik. Pola kerja ini diibaratkan seperti sekadar mewarnai bagian luar buah di pohon, tanpa pernah merawat kesehatan akar dan tanahnya. Pengurus zakat semestinya beralih ke Paradigma Baru yaitu Merawat Akar yang fokus pada penyebab utama, yaitu membangun peradaban, trust, kemakmuran, hingga kesadaran zakat naik dengan cara merawat tanah, air, dan ekosistem masyarakatnya. sebab, fundraising hanyalah akibat, bukan penyebab. Jika melihat urutan Piramida Peradaban Zakat, tugas seorang pengelola dana umat tidak boleh berhenti di permukaan saja. Struktur ini bergerak dari:

  • Level 1 (Permukaan): Mengumpulkan Donasi,
  • Naik ke Level 2 (Akar Serabut Atas): Mengumpulkan Donatur,
  • Level 3 (Akar Tengah): Membangun Kepercayaan,
  • Level 4 (Akar Dalam): Membangun Budaya Berbagi,
  • Puncaknya Level 5 (Akar Tunjang Utama): Membangun Peradaban.

Banyak institusi yang sering kali berhenti di Level 2 saja. Kita harus mendefinisikan ulang keberhasilan dengan menghindari ilusi indikator ekonomi yang transaksisonal seperti total penghimpunan, jumlah donatur, ROI campaign, atau conversion rate. Sebagai gantinya, lembaga harus menggunakan Civilization KPI atau metrik peradaban, seperti menghitung berapa banyak keluarga yang mulai shalat berjamaah, anak muda yang menjadi relawan, pengusaha yang berzakat, masjid yang menjadi pusat pemberdayaan, hingga kampung yang mandiri secara ekonomi. Kalau metrik peradaban ininaik, maka zakat pasti naik. Oleh karena itu, tujuan utama dalam menumbuhkan manusia dermawan adalah tidak sekadar bercita-cita menjadi lembaga fundraising raksasa. Tugas mulia para amil adalah membangun institusi yang melahirkan masyarakat yang senang memberi, sehingga orang baik bertambah, zakat dan sedekah bertambah, relawan bertambah, kolaborasi meluas, dan negara menjadi kuat.

Jajang Nurjaman. Foto: Dokumentasi BAZNAS Fundraising Forum

Hal ini sejalan dengan hukum konservasi kebaikan, dimana kebaikan tidak pernah hilang melainkan hanya berpindah bentuk. Siklusnya bermula dari rasa percaya, melahirkan orang baik baru, memberi, mengajak orang lain, hingga merasakan dampak. Kita juga harus bijak melihat tantangan antara teknologi vs hati manusia. Masa depan zakat bukan ditentukan oleh AI, digital, TikTok, atau QRIS, melainkan oleh kecepatan masyarakat melahirkan orang baik berikutnya. Teknologi hanya berfungsi mempercepat, sedangkan yang menggerakkan tetaplah hati manusia. Inti dari prinsip Roots Before Fruits adalah bukan sekadar mengelola uang, tetapi mengelola lahirnya manusia dermawan; bukan sekadar mencari donatur, tetapi menciptakan generasi pemberi; serta bukan sekadar membesarkan lembaga, tetapi membesarkan perdaban. Alur berpikir strategis ini diterapkan melalui Framework 4S DT Peduli untuk membangun solusi berdampak. Tahapannya dimulai dari:

  1. S1 yaitu Shared Pain atau mengidentifikasi masalah besar di masyarakat,
  2. S2 yaitu System Gap untuk melihat celah sistem yang belum optimal,
  3. S3 yaitu Shared Solution untuk merancang solusi bersama yang sesuai syariat dan regulasi, hingga
  4. S4 yaitu Sustainable Advantage untuk membangun keunggulan berkelanjutan yang khas.

Sebagai sesama lembaga penggerak kebaikan di Indonesia, contoh nyata dari konsep ini telah dipraktikkan secara terukur lewat program rumah panggung tetap (Rupatap) di Aceh, gerakan Qurban Impact di 30 negara, hingga program pangan Dapur Indonesia di wilayah konflik. Kehadiran program-program tersebut mengingatkan kita bahwa jangan mulai dari program, melainkan mulailah dari masalah besar, temukan celah sistem, hadirkan solusi terbaik, lalu bangun keunggulan yang tidak mudah ditiru demi melahirkan peradaban yang bermartabat. Melalui momentum diskusi bersama BAZNAS Fundraising Forum ini, mari kita bersama-sama memperkuat kerja sama dan merapatkan barisan. Kami memohon doa serta dukungan tulus dari seluruh lapisan masyarakat agar LAZ Zakatel dapat terus bertumbuh, berkembang semakin maju, profesional, dan memberikan manfaat yang jauh lebih luas bagi sesama yang membutuhkan. LAZ Zakatel siap menjadi jembatan amanah Anda. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat Zakatel melalui rekening resmi a.n Zakatel Citra Caraka:

BNI: 2.229.222.920

BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77

BSI (Zakat): 70.262.223.32

Mandiri: 131.00.1022992.2

Tidak lupa konfirmasi call center kami

0812 2374 1539 (WhatsApp)

Kedermawanan kita hari ini adalah awal dari sebuah kebaikan. Ia siap tumbuh seperti pohon yang meneduhi bumi, mendatangkan ketenteraman jiwa bagi kelangsungan umat dan bangsa.

About Company

Zakatel adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengelola zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. Kami pun mendistribusikan kepada yang berhak dan sesuai dengan syari’at islam.

Most Recent Posts

  • All Posts
  • Dakwah
  • Kemanusiaan
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Tahunan
  • Masjid
  • Peduli Pendidikan
  • Peduli Sosial
  • Ramadhan
  • Tebar Al-Quran
  • Tebar Beras
  • Tebar Qurban

Category

Tags