Perluas Mesjid-Nya Luaskan ruang ibadah dan Tumbuhkan Generasi Qur’ani

Di sebuah sudut Dusun Talun, ada masjid kecil yang tidak pernah sepi dari kebaikan.

Di sana, warga datang untuk menunaikan shalat lima waktu.
Bapak dan ibu rutin mengikuti pengajian.
Dan anak-anak belajar membaca Al-Qur’an serta agama Islam.

Masjid Nurul Iman bukan sekadar tempat untuk bersujud.

Ia menjadi tempat warga berkumpul, tempat anak-anak mengenal Al-Qur’an, dan tempat tumbuhnya kehidupan keislaman masyarakat.

Namun, di balik semaraknya berbagai kegiatan tersebut, ada satu persoalan yang semakin terasa: ruang masjid kini tak lagi cukup untuk menampung banyaknya aktivitas warga. 

Ketika Masjid Kecil Menjadi Terlalu Sempit untuk Banyak Kebaikan

Masjid Nurul Iman berada di Dusun Talun RT 001/RW 002, Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Di lingkungan masjid ini terdapat 59 kepala keluarga dengan sekitar 180 warga.

Selain digunakan untuk shalat lima waktu, masjid juga menjadi tempat pengajian rutin bapak-bapak dan ibu-ibu serta kegiatan keagamaan lainnya.Yang lebih menghangatkan hati, masjid ini juga menjadi tempat 45 anak belajar agama dan membaca Al-Qur’an melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Iman. 

Sebanyak 25 anak usia sekolah dasar dan 20 anak usia PAUD belajar agama dan membaca Al-Qur’an di bangunan masjid yang sama. Sayangnya, keterbatasan luas masjid membuat sebagian kegiatan belum dapat berlangsung dengan nyaman. Seiring bertambahnya kebutuhan belajar, pengajian, dan kegiatan keislaman masyarakat, ruang yang ada pun semakin terasa terbatas.

Karena itu, warga berikhtiar membangun Masjid Nurul Iman menjadi dua lantai. Pembangunan ini bukan sekadar menambah luas bangunan. Ini adalah ikhtiar untuk menghadirkan ruang yang lebih layak bagi ibadah dan pendidikan umat. Lantai pertama akan digunakan sebagai ruang ibadah, sementara lantai kedua akan menjadi ruang Madrasah Diniyah, pengajian, kajian Islam, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Sementara lantai kedua akan menjadi ruang untuk Madrasah Diniyah, pengajian dan kajian Islam, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Bayangkan…

Ada anak kecil yang belajar mengeja huruf hijaiyah.

Ada orang tua yang mendampingi mereka belajar agama.

Ada jamaah yang datang untuk shalat.

Dan insyaAllah, ketika masjid ini berdiri dan terus dimakmurkan, setiap kebaikan yang berlangsung di dalamnya menjadi bagian dari pahala bagi mereka yang ikut mewujudkannya.

Mari Jadikan Wakaf Kita Sebagai Amal yang Terus Mengalir

Rasulullah bersabda besarnya keutamaan membangun masjid.“Barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Membangun masjid mungkin terasa seperti sebuah ikhtiar yang besar. Namun, sebuah masjid tidak berdiri hanya karena satu orang. Ia hadir dari banyak tangan yang bersama-sama menghadirkan kebaikan. 

Ada yang mewakafkan hartanya, ada yang membantu material, ada yang menyumbangkan tenaga, dan ada yang menyebarkan kebaikan ini kepada orang lain. Sekecil apa pun peran kita, semuanya berarti. 

Karena bisa jadi, wakaf yang menurut kita kecil justru menjadi bagian dari berdirinya tempat yang kelak dipenuhi lantunan Al-Qur’an, sujud, dzikir, pengajian, dan doa.

Masih Dibutuhkan Rp200 Juta untuk Mewujudkan Masjid Dua Lantai

Pembangunan Masjid Nurul Iman membutuhkan biaya sekitar Rp200.000.000. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan penyediaan berbagai kebutuhan masjid, mulai dari struktur bangunan, besi, semen, pasir, lantai, plafon, genteng, tempat wudu, pintu, jendela, hingga perlengkapan masjid.

InsyaAllah, setiap wakaf yang Anda titipkan akan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang lebih luas untuk beribadah, belajar Al-Qur’an, menuntut ilmu, dan mempererat silaturahmi warga.

Mulailah dari apa yang Allah mampukan.

Rp50.000 mungkin terlihat sederhana bagi kita. Namun, ketika banyak hati ikut bergerak, wakaf-wakaf kecil itu dapat menjadi bagian dari berdirinya sebuah masjid yang kelak dipenuhi sujud, lantunan Al-Qur’an, dan majelis ilmu.

Bayangkan jika suatu hari nanti seorang anak membaca Al-Qur’an di lantai masjid yang ikut kita wakafkan. Seorang jamaah bersujud di atas lantai yang menjadi bagian dari wakaf kita.

Sebuah majelis ilmu berlangsung di ruang yang kita bantu hadirkan.Semoga setiap kebaikan yang lahir dari sana menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, bahkan ketika kita sudah tidak lagi berada di dunia.

Yuk, Ikut Wakaf Pembangunan Masjid

Mari bersama-sama membantu warga Dusun Talun mewujudkan masjid yang lebih luas, nyaman, dan mampu menjadi pusat ibadah serta pembinaan generasi Qur’ani.

Jangan biarkan keterbatasan ruang membatasi luasnya kebaikan.InsyaAllah, hari ini kita membantu membangun masjid. Esok, masjid itu yang menjadi saksi atas wakaf kita.

Salurkan Wakaf Terbaik Anda

BNI: 2.229.222.920

BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77 

BSI (Zakat): 70.262.223.32

Mandiri: 131.00.1022992.2 

Jangan lupa konfirmasi Official Call Center kami ya, di nomor 0812 2374 1539 (WhatsApp).

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Sahabat, memanjangkan usia dalam kebaikan, serta menjadikan setiap titipan sebagai pahala yang terus mengalir. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

🕌 WAKAF PEMBANGUNAN MASJID NURUL IMAN

Ruangnya terbatas, tetapi semangat ibadah dan belajar Al-Qur’an tak pernah terbatas.

Di Dusun Talun, Sumedang, Masjid Nurul Iman menjadi tempat warga menunaikan shalat, mengikuti pengajian, dan menjadi tempat 45 anak belajar agama serta membaca Al-Qur’an.

Namun, luas masjid yang ada semakin terbatas untuk menampung berbagai aktivitas ibadah dan pembelajaran.

Karena itu, warga berikhtiar membangun Masjid Nurul Iman menjadi dua lantaI agar tersedia ruang ibadah yang lebih layak sekaligus ruang untuk Madrasah Diniyah, pengajian, kajian Islam, dan kegiatan sosial masyarakat.

🤲 Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Mungkin kita tidak mampu membangun masjid seorang diri.

Namun kita bisa mengambil bagian.

Rp50.000, Rp100.000, atau berapa pun yang Allah mampukan, semoga menjadi bagian dari bangunan yang kelak dipenuhi sujud, lantunan Al-Qur’an, dan majelis ilmu.

Total kebutuhan pembangunan: Rp200.000.000

Mari ikut menghadirkan ruang bagi lebih banyak kebaikan. Semoga wakaf yang kita titipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

💚 SALURKAN WAKAF TERBAIK ANDA

BNI: 2.229.222.920

BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77

BSI (Zakat): 70.262.223.32

Mandiri: 131.00.1022992.2

📲 Konfirmasi wakaf:

WhatsApp 0812 2374 1539

Semoga Allah menerima setiap wakaf yang kita titipkan, melimpahkan keberkahan kepada para pewakaf, dan menjadikannya amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲




About Company

Zakatel adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengelola zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. Kami pun mendistribusikan kepada yang berhak dan sesuai dengan syari’at islam.

Most Recent Posts

  • All Posts
  • Dakwah
  • Kemanusiaan
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Tahunan
  • Masjid
  • Peduli Pendidikan
  • Peduli Sosial
  • Ramadhan
  • Tebar Al-Quran
  • Tebar Beras
  • Tebar Qurban
    •   Back
    • Ekonomi

Category

Tags