Upaya Amil Zakat Hadirkan Ketenteraman Batin Bagi Muzakki

Membicarakan potensi dana umat di tanah air memang tidak ada habisnya. Berdasarkan basis data riset terbaru dari BAZNAS dan Kementrian Agama RI, angka pengumpulan ZISWAF serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di Indonesia sebenarnya berpeluang menyentuh angka raksasa hingga Rp1.000 Triliun. Kesadaran masyarakat kita dalam berderma pun sudah terbukti nyata di lapangan. Pada tahun lalu saja, dana sukarela yang dikumpulkan dari umat sudah mencapai Rp243 Triliun. Angka tersebut lahir dari gabungan Infak Sedekah sebesar Rp221 Triliun, Zakat Fitrah Rp8 Triliun, Zakat Maal Rp27 Triliun, serta nilai aset Wakaf sebesar Rp33 Triliun. Seluruh data perilaku dan kecenderungan para pembayar zakat ini pun sudah tercatat rapi di pusat riset nasional. Catatan penting mengenai pengelolaan dana besar ini menjadi bahasan utama saat LAZ Zakatel menghadiri acara BAZNAS Fundraising Forum pada 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT) Geger Kalong, Bandung. Beliau menekankan bahwa penguatan strategi pengumpulan dana di dalam negeri menjadi kunci penting agar gerakan kemanusiaan kita bisa ikut berbicara banyak di level dunia. Dalam penyampaiannya, ada satu pemikiran mendasar yang sangat menarik, yaitu ilmu tentang fundraising harus dimatangkan terlebih dahulu sebelum lembaga sibuk memikirkan urusan penyaluran bantuan. Faktanya, banyak sekali yayasan atau lembaga filantropi di sekitar kita yang memiliki daftar mustahik atau penerima manfaat jauh lebih banyak ketimbang ketersediaan dananya. Kondisi timpang ini membuat napas gerakan sebuah lembaga pada akhirnya sangat bergantung pada keahlian para fundraiser di dalamnya. Sayangnya, profesi fundraiser di mata masyarakat luas sering kali dinilai sempit, hanya sebatas orang yang meminta-minta, pengumpul uang, atau kolektor sumbangan harian saja. Pola pikir yang cuma fokus mencari uang ini justru bisa memicu masalah baru bagi masa depan dakwah. Pengurus zakat semestinya fokus membuat ekosistem kerja yang sehat, ramah, dan transparan. Ketika publik merasa nyaman, memperoleh pengalaman bertransaksi sosial yang mudah, serta mendapatkan kepuasan batin, mereka secara sukarela akan berkomitmen untuk rutin berziswaf tanpa perlu terus-menerus dikejar. Aktivitas mengajak dan berkampanye secara santun agar masyarakat mau menitipkan dana ke lembaga memang sudah menjadi tugas harian. BAZNAS RI sendiri sedang gencar mendorong agar para donatur tidak sekedar melepas uangnya, melainkan bisa merasakan pengalaman batin yang membahagiakan serta membawa perubahan baik bagi spiritualitas mereka. Foto: Dokumentasi BAZNAS Fundraising Forum Menunaikan kewajiban zakat harus dirasakan sebagai proses pembersihan jiwa yang menenangkan hati. Jika program bantuan yang digulirkan tidak meninggalkan bekas mendalam di hati masyarakat, gerakan kedermawanan ini tidak akan pernah semarak. Itulah mengapa urusan fundraising harus memakai ilmu, standar praktik yang jelas, dan menjaga etika profesi. Pengumpul dana tidak boleh sekadar menjual air mata kesusahan atau mengandalkan rasa iba orang lain di media sosial. Edukasi kepada publik harus diarahkan bahwa zakat adalah pondasi utama dalam membangun negara, menjaga peradaban, dan meningkatkan kualitas hidup manusia seutuhnya. Inti gerakan kita adalah menumpuk aset kepercayaan masyarakat lewat kolaborasi erat, bukan malah saling berkompetesi antar-lembaga amil. Selama ini, kita terlalu banyak menonjolkan cerita tentang bagaimana mengubah mustahik menjadi muzakki (pemberi zakat). Namun, kita hampir lupa memperhatikan sisi psikologis para muzakki. sangat jarang ada gerakan mengevaluasi apakah para donatur ini merasa bahagia, mendapatkan pencerahan pikiran, atau hidupnya menjadi lebih sakinah setelah rutin berzakat. Sebagai gambaran, lembaga penghimpunan dana di wilayah Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik sudah memiliki asosiasi fundraiser resmi dengan anggota lebih dari 30 ribu orang demi menjaga profesionalitas kerja dan mengukur dampak bantuan secara nyata. Berangkat dari kebutuhan mendasar di Indonesia tersebut, forum diskusi ini melahirkan gagasan penting untuk mendirikan Asosiasi Fundraising Indonesia (AFI). Kehadiran AFI dirancang untuk menjadi rumah bersama yang memuliakan profesi fundraiser agar berjalan lebih teratur, jujur, serta terpercaya. Gagasan berdirinya AFI ini didasari oleh visi besar untuk menciptakan organisasi profesi fundraiser yang profesional dan berkelas dunia demi menguatkan budaya kedermawanan di tanah air. Untuk mencapai tujuan itu, misi organisasi dijalankan lewat serangkaian program nyata, mulai dari menyusun standar kompetensi nasional, sertifikasi profesi resmi, pendirian Akademi Fundraising Indonesia, pembuatan jurnal khusus, hingga penyusunan indeks kepercayaan donatur nasional. AFI memegang nilai penting berupa integritas, profesionalisme, kolaborasi, inovasi, akuntabilitas, empati, dan berkelanjutan. Organisasi profesi ini dirancang terbuka secara inklusif bagi seluruh elemen filantropi indonesia. Keanggotaannya mencakup para praktisi fundraising di BAZNAS, lembaga amil zakat (LAZ), yayasan sosial, pesantren, pengelola wakaf, rumah sakit, praktisi CSR perusahaan, hingga kalangan dosen dan mahasiswa. Melalui delapan program strategis yang disiapkan untuk lima tahun pertama, AFI siap mengambil peran sebagai pusat riset publikasi, mediator kolaborasi antarorganisasi, serta mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan kedermawanan nasional. Pada akhirnya, nilai kesuksesan dari gerakan kebaikan ini tidak sekadar dihitung dari banyaknya dana yang dikumpulkan, melainkan seberapa besar kepercayaan masyarakat yang bisa dirawat bersama. Melalui inisiatif ini, mari kita dukung satu profesi, satu standar, dan satu gerakan demi mewujudkan masa depan filantropi indonesia yang lebih berkah, tertata, dan merata. Sebagai tanggung jawab kami dalam memperluas manfaat bagi sesama, LAZ Zakatel siap menjadi jembatan amanah Anda. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat Zakatel melalui rekning resmi a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Jangan lupa melakukan konfirmasi ke official Call Center kami di 0812 2374 1539 (WhatsApp). Mari bersama-sama kita ubah titipan zakat menjadi berkah yang mengalir tanpa putus, sekaligus menjadi diri kita pribadi yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Baarakallahu fiikum.
Mengurai Tantangan Penghimpunan ZISWAF di Lapangan

Gerakan zakat di Indonesia sebenarnya punya potensi besar dari kebaikan hati masyarakat kita. Menjawab hal tersebut, LAZ Zakatel berkesempatan hadir dalam acara BAZNAS Fundraising Forum pada 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT) Geger Kalong, Bandung. Acara ini mempertemukan para penggerak kebaikan dari BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, hingga Kementrian Agama RI. Salah satu materi penting dalam pertemuan ini diusampaikan oleh Bapak H.Idy Muzayyad, S.H.I, M.Si. selaku Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI. Beliau mengingatkan pentingnya memperkuat cara mengurus zakat di dalam negeri agar kita bisa ikut membantu urusan kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Dalam forum tersebut dibahas mengenai mengapa gerakan zakat oleh amil saat ini masih belum maksimal. Ternyata, mengelola zakat itu bukan hanya sekadar memberi uang atau bantuan, tapi bagaimana mengelolanya dengan amanah, profesional dan memberikan dampak yang nyata. Setidaknya, ada delapan kendala utama di lapangan yang harus kita benahi bersama secara bertahap. Tantangan pertama adalah pemahaman zakat di masyarakat yang masih minim, terutama soal aturan, manfaat, dan skala prioritas penerima zakat secara benar. Hal ini berpengaruh ke tantangan kedua, yaitu kepercayaan masyarakat kepada lembaga amil yang belum merata, sehingga lembaga perlu terus terbuka, jujur, dan rajin memberikan laporan kepada publik. Pada bagian data, tantangan ketiga muncul karena potensi zakat belum tercatat rapi, sebab data pemberi zakat dan penerima manfaat belum saling terhubung dengan pas. Kondisi ini ditambah lagi dengan tantangan keempat, yaitu urusan digitalisasi pengumpulan dan pelayanan zakat yang belum tersebar merata di seluruh daerah. Tantangan kelima adalah kerja sama antara pihak pemerintah, ulama, dan lembaga zakat yang belum berjalan kompak dalam membuat aturan yang mendukung. Sementara tantangan keenam ada di internal lembaga sendiri, yaitu jumlah dan keahlian amil profesional yang masih terbatas dari sisi kemampuan, kejujuran, maupun jaminan kesejahteraanya. Dua tantangan terakhir menegaskan masih kurangnya sosialisasi ke masyarakat tentang hasil nyata dari program zakat produktif, serta belum eratnya kerja sama antar-lembaga amil zakat untuk bergerak kompak dalam satu sistem yang sama. Melihat berbagai kendala di atas, forum ini merumuskan lima langkah solusi yang bisa langsung kita praktikkan sehari-hari. Sebagai langkah konkret, solusi kolaborasi tadi diturunkan ke dalam delapan bentuk kegiatan yang dilakukan antar-lembaga amil zakat: Foto: Dokumentasi BAZNAS Fundraising Forum Ketika semua bagian kerja harian dan kolaborasi ini bisa berjalan seirama maka zakat yang dikelola secara profesional akan semakin besar manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat banyak. Tugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah ini jelas bukan perkara yang mudah, melainkan sebuah tanggung jawab mulia yang punya dasar kuat dalam agama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Munafiqun ayat 10: “Dan Infakkanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata dengan menyesal, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.’” Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya peran para penggerak kebaikan atau amil dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Muslim: “Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya.” Melalui helatan BAZNAS Fundraising Forum ini, mari kita rapatkan barisan, satukan potensi, dan kuatkan kerja sama demi kebaikan masyarakat yang lebih luas. Sebagai bentuk tanggung jawab dalam merapikan operasional lembaga dan memperluas manfaat bagi sesama, LAZ Zakatel siap menjadi jembatan amanah Anda. Salurkan amanah zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat Zakatel melalui rekening resmi a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Jangan lupa melakukan konfirmasi melalui official Call Center kami di 0812 2374 1539 (WhatsApp). Mari bersama-sama kita ubah titipan zakat menjadi berkah yang mengalir tanpa putus. Baarakallahu fiikum.
Menyelaraskan Ikhtiar Amil Zakat Demi Kemaslahatan Umat

Ekosistem zakat dan infak hari ini menuntut kecakapan kemampuan yang bukan sekadar wacana. Menjawab tantangan zaman, LAZ Zakatel berkesempatan hadir dalam helatan BAZNAS Fundraising Forum pada 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT) Geger Kalong, Bandung. Forum ini mempertemukan para penggerak kebaikan dari BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, hingga Kementrian Agama RI. Salah satu esensi penting yang mengemuka dalam forum ini disampaikan oleh Ir. Bascharul Asana, MBA selaku Ketua Yayasan DT Peduli. Beliau menggarisbawahi pentingnya penguatan ekosistem zakat nasional agar mampu berkontribusi nyata dalam gerakan kemanusiaan di kancah global. Mari kita bedah gagasan tersebut. Agar menghadirkan dampak sosial yang masif, pengelolaan zakat membutuhkan satu peta jalan manajemen yang utuh. peta jalan ini berjalan secara berurutan melalui empat fase makro, yaitu Environmental Scanning, Strategy Formulation, Strategy Implementation, serta Evaluation and Control. Pertama, Environmental Scanning atau Pemindaian Lingkungan. Langkah awal kita adalah membaca zaman. Kita harus jeli memetakan peluang, menangkap kegelisahan masyarakat, serta mengidentifikasi dinamika internal maupun eksternal lembaga. Kedua, Strategy Formulation atau Formula Strategi. Setelah memahami medan, kita merancang visi, misi, dan cetak biru kebijakan yang adaptif. Di sinilah arah perjuangan dan khidmah lembaga diputuskan. Ketiga, Strategy Implementation atau Implementasi Strategi. Rencana terbaik adalah rencana yang membumi. Pada tahap ini, seluruh rumusan kebijakan dieksekusi menjadi program-program pemberdayaan nyata yang menyentuh akar rumput. Keempat, Evaluation and Control atau Evaluasi dan Kontrol. Ikhtiar harus selalu diukur. kita melakukan pengawasan berkala dan perbaikan demi memastikan akuntabilitas serta transparansi publik tetap terjaga. Berangkat dari empat siklus di atas, lahirlah model hubungan antarvariabel yang saling menguatkan demi mendongkrak performa lembaga dari hulu ke hilir, yaitu External Forces (Kekuatan Eksternal). Lembaga zakat tidak hidup di ruang hampa. Ada faktor luar yang konstan bergerak dan wajib kita antisipasi bersama, yaitu Regulatory Environment (kebijakan dan payung hukum formal dari pemerintah yang mengatur tata kelola zakat), Technological Trend (laju inovasi teknologi digital yang mengubah lanskap interaksi manusia), Inter-Agency Forces (dinamika relasi serta sinergi kelembagaan antarinstansi) dan Dynamic Organization Capability (Kapabilitas Organisasi Dinamis). Menghadapi dunia yang dinamis, bagian internal lembaga harus memiliki motor penggerak yang kuat. Ini mencakup : Ketika kekuatan internal berpadu dengan pemahaman eksternal, maka lahirlah strategi kerja sama yang kokoh. Strategi ini ditopang oleh Mutual Trust (rasa saling percaya yang tulus antarlembaga filantropi), Collaboration Agility (kecepatan dan keluwesan dalam menangkap peluang kerja sama demi kemaslahatan umat), Digital Interoperability (keterhubungan sistem teknologi agar data dapat mengalir secara aman, cepat, dan terintegrasi) dan Operational Excellence Mgt (Manajemen Keunggulan Operasional). Foto: Dokumentasi BAZNAS Fundraising Forum Sinergi yang lincah pada akhirnya membuahkan standarisasi kerja harian yang prima. Hal ini tercermin dari: Inilah muara akhir yang kita tuju bersama. ketika seluruh mesin organisasi bergerak selaras, maka akan lahir buah manis berupa Stakeholders Confidence (tumbuhnya kepercayaan yang mendalam dari para donatur, mitra, masyarakat, dan pemerintah) serta Social Impact (kehadiran lembaga benar-benar memberikan dampak sosial yang luas, mengentaskan kemiskinan, serta mengangkat harkat kemanusiaan di panggung global). Tugas mengumpulkan dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah bukanlah tugas yang ringan, melainkan sebuah amanah mulia yang memiliki sandaran kokoh dalam syariat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 103: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya peran para penggerak kebaikan atau amil dalam sebuah hadist sahih riwayat Imam Muslim: “Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan, sama pahalanya seperti orang yang melakukannya.” Melalui momentum BAZNAS Fundraising Forum ini, mari kita rekatkan barisan, satukan potensi, dan kuatkan kolaborasi demi kemaslahatan umat yang lebih luas. Salurkan Kepedulian Anda Bersama LAZ Zakatel sebagai wujud komitmen membangun Operational Excellence dan memperluas Social Impact. LAZ Zakatel siap menjadi jembatan amanah Anda. Salurkan amanah zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui rekening a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Jangan lupa melakukan konfirmasi melalui official Call Center kami di 0812 2374 1539 (WhatsApp). Mari bersama-sama kita angkat energi zakat menjadi berkah yang mengalir tanpa batas. Baarakallahu fiikum.
Zakatel Salurkan Modal Usaha Konveksi Baju untuk Pensiunan di Bandung Tengah

Ikhtiar Zakatel dalam mendorong kemandirian ekonomi Para Penerima Manfaat Pensiun (PMP) terus berjalan. Pada tanggal 7 Juni 2026, bertempat di Kantor P2Tel Bandung Tengah, telah dilaksanakan penyaluran dana bergulir melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif atau PPEP. Bantuan modal tersebut diserahkan oleh KPC P2Tel Bandung Tengah, Bapak Subagdja Subiadinata, kepada salah satu PMP yaitu Bapak Idid Samsudin (NIK 490714), beralamat di Jl. Ciateul GG Nurkiman No.29 Bandung. Dana bergulir sebesar Rp 2,5 juta tersebut akan dialokasikan untuk modal pengembangan usaha pembuatan baju coat. sebagai informasi, PPEP merupakan program unggulan Zakatel yang berfokus pada pemberian modal usaha tanpa bunga (khurdul hasan). sistem dana bergulir ini ditujukan untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan. Melalui modal usaha ini, para PMP dibantu untuk merintis atau memperbesar usaha mereka agar bisa mandiri secara finansial. Diharapkan lini usaha konveksi yang ditekuni Bapak Idid dapat berkembang lebih maju, meningkatkan pendapatan keluarga, serta membawa keberkahan. pihak pengelola turut mendoakan agar seluruh proses pengembalian dana bergulir ini berjalan lancar dan tepat waktu. Yuk, Jadi Bagian dari Kebaikan Ini! Halo, Sahabat Dermawan Zakatel! Stiap rupiah yang Anda sisihkan melalui Zakat, Infak, Sedekah, hingga wakaf (ZISWAF) di Zakatel terbukti mampu mengubah hidup seseorang. Dengan membantu modal usaha para dhuafa, kita tidak hanya memberi mereka makan untuk hari ini, tetapi juga memberikan fondasi agar mereka bisa tegak mandiri, meningkatkan taraf hidup, dan ikut memajukan ekonomi bangsa. Insyaallah harta yang sahabat titipkan akan mengalirkan pahala jariyah yang tidak akan terputus. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara : Sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang saleh”. (HR. Muslim No. 1631) Salurkan amanah Anda melalui rekening a.n Zakatel Citra Caraka: BNI : 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah) : 77.333.333.77 BSI (Zakat) : 70.262.223.32 Mandiri : 131.00.1022992.2 Tidak lupa konfirmasi call center kami 0812 2374 1539 (WhatsApp) Sedekah produktif yang Sahabat berikan hari ini menjadi modal usaha yang terus berputar, melahirkan senyuman di wajah para dhuafa, dan menjadi investasi terbaik kita di akhirat kelak. Aamiin.
Kepedulian menjadi Harapan bagi Mereka yang Membutuhkan (Mohamad Fazri Arif Kusumah)

Bandung, 25 Juni 2026 – LAZ Zakatel Citra Caraka menyalurkan bantuan kepada Mohamad Fazri Arif Kusumah (19), korban kecelakaan asal Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, pada Kamis (25/6). Bantuan diserahkan langsung di kediaman penerima di Jalan Pamoyanan No. 11/66 RT/RW 008/004, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo. Bantuan yang diberikan berupa satu unit kursi roda Hotlir tipe selonjor 2-in-1 senilai Rp.2.160.000 serta uang tunai sebesar Rp.550.000 untuk membantu kebutuhan penunjang medis. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Neti Herawati (52), ibu dari Mohamad Fazri Arif Kusumah, selaku wali penerima manfaat. Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian LAZ Zakatel Citra Caraka terhadap korban kecelakaan yang masih menjalani proses pemulihan dan membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan mobilitas maupun biaya perawatan medis. Neti Herawati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada LAZ Zakatel Citra Caraka beserta para donatur yang telah memberikan perhatian kepada putranya. Menurutnya, bantuan berupa kursi roda dan uang tunai untuk kebutuhan medis sangat berarti bagi keluarga dalam mendukung proses pemulihan Fazri. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LAZ Zakatel Citra Caraka dan seluruh donatur yang telah membantu anak kami. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang mobilitas dan kebutuhan pengobatan Fazri. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para donatur dengan pahala yang berlipat,” ujar Neti. Melalui program bantuan kemanusiaan ini, LAZ Zakatel Citra Caraka terus berkomitmen menyalurkan amanah para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang menghadapi kondisi kesehatan dan keterbatasan ekonomi.
Pelaksanaan dan Sunnah-Sunnah di Hari Raya Iduladha

Iduladha menjadi momen bagi umat Islam untuk mengenang kisah Nabi Ibrahim a.s. saat menerima ujian terberat dari Allah SWT, yaitu merelakan putra tercintanya, Nabi Ismail a.s. Ujian ini sungguh mendalam, mengingat Nabi Ibrahim a.s. dan Sarah telah menanti kehadiran buah hati selama puluhan tahun hingga usia senja. Bersama keikhlasan Sarah yang meminta sang suami menikahi Hajar, Allah SWT akhirnya menjawab kerinduan mereka. Lahirlah Nabi Ismail a.s., sang pelipur lara yang begitu dinantikan di tengah keluarga. Namun, saat Nabi Ismail a.s. baru beranjak remaja, Allah SWT menguji cinta mereka melalui perintah untuk menyembelih sang putra. Di sinilah keindahan akhlak ayah dan anak terpancar. Tanpa keraguan, Nabi Ibrahim a.s. menyampaikan wahyu tersebut dan Nabi Ismail a.s. dengan meneguhkan hati meminta sang ayah menaati perintah-Nya. Berkat ketulusan ini, Allah SWT menyelamatkan Nabi Ismail a.s. di detik-detik terakhir dan menggantikannya dengan seekor domba. Peristiwa ini pun menjadi dasar disyariatkannya ibadah penyembelihan hewan kurban (seperti unta, sapi, kambing, atau domba) setiap tahun. Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. dapat Sobat Zakatel baca dalam Al-Qur’an Surat As-Saffat (37) ayat 99 sampai 111. Hukum dan Waktu Pelaksanaan Salat Iduladha Menukil lampung.baznas.go.id (27/4), hukum Salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan baik bagi laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan sekalipun. Waktu pelaksanaan Salat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk melaksanakannya lebih awal dibandingkan salat Idulfitri agar memberi kesempatan lebih luas untuk prosesi ibadah kurban setelahnya. Niat Salat Iduladha Bacaan niatnya salat Idualdha Artinya: Saya niat salat sunnah Iduladha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta’ala. Tata Cara Salat Idul Adha Salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya: Rakaat Pertama: Rakaat Kedua: Setelah selesai salat Iduladha, disunnahkan menyimak khutbah yang disampaikan oleh khatib karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak. Sunnah-Sunnah dalam salat Iduladha Agar pelaksanaan salat Iduladha semakin sempurna terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain: Sunnah-sunnah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, dan semangat kebersamaan dalam beribadah. Semoga kita dapat mengikuti pelaksanaannya dengan baik serta dapat meneladani ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Sobat Zakatel, mari meraih pahala jariyah dengan menebar manfaat bagi sesama. LAZ Zakatel menerima dan menyalurkan titipan kurban Anda melalui rekening berikut: 💳 BNI: 2.229.222.920 💳 BSI: 77.333.333.77 a.n Zakatel Citra Caraka 📲 Tidak lupa konfirmasi official call center kami: 0812 2374 1539 “Tapi gimana kalau budgetnya belum cukup buat kurban?” Tenang, Sobat tetap bisa mendapat pahala dengan berbuat baik melalui infak kurban mulai Rp50.000. Nantinya infak disalurkan untuk: Mari berkurban melalui Zakatel. Informasi lebih lanjut kontak Call Center kami 0812 2374 1539. Barakallahu fiikum.
Rambu-Rambu dalam Dunia Usaha

Sebuah workshop yang mengupas fikih muamalah mengingatkan bahwa aktivitas ekonomi bukan perkara netral. Jual beli, promosi, hingga cara melayani konsumen memiliki bobot moral yang menentukan arah akhir sebuah usaha. Bisnis dapat menjadi sarana meraih keberkahan atau justru sebaliknya, menjauhkan pelakunya dari nilai-nilai yang diridhai Allah. Melalui Workshop Fiqh Muamalah dan Transaksi Marketplace yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, Ustadz Saiful Rahmat Hafidzahullah membagikan insight penting seputar etika bisnis syariah. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi pelaku usaha agar tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga nilai ibadah pada setiap transaksi. Ustadz Saiful Rahmat menjelaskan bahwa bekerja dan berbisnis dapat mengantarkan seseorang ke surga atau ke neraka. Penentunya bukan besar kecilnya omzet, melainkan niat serta cara menjalankan usaha. Orientasi mencari nafkah tidak boleh berhenti pada materi, tetapi harus diarahkan pada ridha Allah. Pesan utama lain yang ditekankan adalah pentingnya ilmu sebelum terjun ke dunia usaha. Pelaku bisnis yang berjalan tanpa pemahaman muamalah berisiko terjerumus ke praktik haram tanpa disadari. Proses belajar, banyak bertanya, serta memiliki pembimbing dinilai sebagai langkah menjaga usaha tetap berada pada jalur yang benar. Beliau menjelaskan bahwa hukum asal muamalah bersifat boleh. Islam tidak melarang umatnya mencari penghasilan selama tidak melanggar ketentuan syariat. Hal ini berbeda dengan ibadah mahdhah seperti shalat dan wudhu yang dikerjakan karena adanya perintah khusus dari Allah SWT. Akad jual beli tidak harus selalu diucapkan secara lisan. Kesepakatan dapat terwujud melalui tulisan, isyarat, atau tindakan nyata, termasuk klik persetujuan dan pembayaran digital. Meski akad telah sah, tanggung jawab penjual tetap melekat hingga barang benar-benar diterima pembeli, kecuali pengiriman dilakukan oleh wakil pembeli. Kejujuran menjadi ruh transaksi. Cacat barang wajib disampaikan secara jelas dan rinci. Menyembunyikan kekurangan produk, menampilkan foto berlebihan, atau membuat deskripsi menyesatkan termasuk bentuk kecurangan. Praktik ulasan palsu juga mendapat perhatian serius, terutama bagi influencer dan affiliator yang memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumen. Nama produk pun menjadi bagian dari etika bisnis. Penggunaan istilah yang meremehkan nilai agama atau mengandung unsur keburukan misal “Bakso Setan” atau “Fashion Fir’aun” sebaiknya dihindari agar tidak merendahkan syiar Islam. Sistem pre-order menuntut transparansi waktu penyelesaian dan penyerahan barang. Ketidakjelasan berpotensi menimbulkan gharar. Fasilitas paylater pun dianjurkan untuk dihindari kecuali kondisi darurat karena berpotensi mengandung riba, gharar, serta unsur kezaliman akibat penambahan pembayaran dari nominal awal. Aktivitas promosi melalui live streaming perlu menjaga adab. Perempuan tidak semestinya dijadikan daya tarik visual. Apabila ikhwan atau akhwat hendak melakukan live streaming produk, penggunaan manekin dianjurkan sebagai alternatif menjaga kehormatan serta etika syar’i. Ketika barang yang diterima pembeli tidak sesuai kesepakatan, penjual wajib bertanggung jawab melalui pengembalian barang, penukaran, atau pengembalian dana. Sikap ini diyakini menumbuhkan kepercayaan dan menghadirkan keberkahan usaha. Pemanfaatan teknologi seperti AI untuk foto atau video produk diperbolehkan selama bersifat wajar dan tidak dijadikan sebagai testimoni palsu. Paparan tersebut menegaskan bahwa fikih muamalah berperan sebagai kompas etika bisnis. Usaha yang dijalankan dengan ilmu, kejujuran, dan tanggung jawab bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjadi jalan menuju keselamatan akhirat. Ingin usaha semakin berkah dengan berbagi manfaat kepada dhuafa? LAZ Zakatel menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah Sahabat Dermawan. Amanah dapat disalurkan melalui rekening berikut: BNI: 2.229.222.920 BSI: 77.333.333.77 a.n Zakatel Citra Caraka Jangan lupa melakukan konfirmasi kepada official call center Zakatel (WhatsApp) 0812 2374 1539. Bismillah Allah mudahkan dan lancarkan usaha kita semua.
PEDULI SUMATERA

Peristiwa siklon tropis yang melanda Sumatra tidak dapat dilepaskan dari hilangnya sekitar 1,4 juta hektare hutan tropis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 15 Desember menyebutkan bahwa kawasan hutan tersebut telah dialihfungsikan menjadi wilayah pertambangan dan perkebunan sawit. Perubahan tutupan lahan ini menyebabkan rusaknya fungsi hidrologis hutan, sehingga kemampuan tanah untuk menyerap air menurun secara drastis. Air hujan yang seharusnya tertahan dan meresap perlahan, kini langsung mengalir ke permukaan dan memicu bencana. Dampak yang dirasakan warga begitu besar dan menyayat nurani. Hingga 18 Desember 2025, tercatat 1.059 jiwa meninggal dunia dan 192 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 3,3 juta jiwa terdampak, kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan pola hidup sehari-hari. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai Rp68,8 triliun, dengan 147.236 rumah rusak, 145 akses jembatan hancur, serta 967 fasilitas pendidikan turut terdampak. Angka-angka ini bukan sekadar data, melainkan potret duka ribuan keluarga yang hari-harinya terenggut oleh bencana. Berbagai dokumentasi yang beredar di media sosial memperlihatkan gelondongan kayu yang tersusun terlalu rapi untuk disebut sebagai akibat alam semata. Beberapa di antaranya bahkan memuat nama perusahaan beserta pihak yang memberi izin atas aktivitas penebangan tersebut. Allah Swt. telah mengingatkan dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41, yang artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Melalui hal itu Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.” Kondisi ini seolah menjadi jawaban atas masifnya ekspansi perkebunan sawit yang kini mencapai 2,45 juta hektare. Di sisi lain, BMKG menyatakan telah secara rutin menyampaikan peringatan terkait potensi siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Tak heran jika sebagian masyarakat memandang adanya kesan abai dari para pemangku kebijakan. Kesiapsiagaan bencana memang penting, namun jauh lebih mendasar adalah ketegasan kebijakan yang hadir, melindungi, dan membersamai masyarakat. Secara alami, akar pohon hutan mampu menyerap hingga 55 persen air hujan, sehingga air tidak langsung mengalir ke permukaan. Dengan mekanisme ini, hutan menahan, menyerap, dan melepaskan air secara perlahan tanpa merusak ekosistem. Kondisi ini sangat berbeda dengan perkebunan sawit. Kajian M. Raynaldo Sandita Powa dalam jurnal Teknologi Perkebunan dan Pengelolaan Sumberdaya Lahan pada 2 Desember mencatat bahwa kandungan bahan organik tanah di perkebunan sawit hanya sekitar 2,18 persen, sementara hutan mencapai 4,09 persen. Rendahnya bahan organik ini membuat struktur tanah menjadi rapuh, agregatnya tidak stabil, dan kemampuan tanah menyimpan air pun berkurang. Secara ilmiah, pembentukan badai tropis dipengaruhi oleh efek Coriolis, yakni gerak semu akibat rotasi bumi yang membelokkan angin hingga membentuk pusaran badai. Di wilayah khatulistiwa, efek ini relatif lemah sehingga badai seharusnya sulit terbentuk. Namun, peristiwa di Sumatra menunjukkan bahwa bencana tetap dapat terjadi akibat curah hujan ekstrem yang turun di wilayah bertopografi curam, seperti Pegunungan Bukit Barisan. Ketika tanah telah jenuh air, aliran permukaan meningkat dengan cepat dan memperbesar risiko banjir bandang serta longsor, bahkan tanpa terbentuknya badai tropis secara sempurna. BMKG menegaskan bahwa ketidaksungguhan dalam menjaga ekosistem, khususnya hutan yang berperan besar dalam mencegah bencana hidrometeorologi, hanya akan memperpanjang siklus bencana itu sendiri. Saat potensi bencana muncul, masyarakat kerap kebingungan akibat minimnya informasi yang jelas dan terarah. Informasi dan bantuan sering kali baru hadir ketika bencana telah terjadi. Pemerintah diharapkan mampu menjalankan perannya sebagaimana mestinya, yakni mengelola potensi alam Indonesia secara bijak dan bertanggung jawab. Hingga kini, warga korban banjir di Sumatra masih harus menempuh puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan bahan makanan. Malam hari dilalui dalam dingin dan gelap karena ketiadaan listrik. Akses internet terputus, jalan terputus, dan harapan untuk kembali membangun mata pencaharian seolah hanyut bersama banjir. Satu pekan berlalu, dua pekan terlewati, namun rasa aman dan kenyamanan belum juga mereka rasakan. Sumatra adalah Indonesia. Mereka tidak meminta lebih. Dapat makan, minum, dan hidup layak sebagai manusia saja sudah cukup. Keteguhan mereka menghadapi keadaan menunjukkan bahwa mereka tidak menyerah. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menolong saudara-saudara kita? LAZ Zakatel menghimpun dan menyalurkan donasi bantuan untuk saudara-saudara korban banjir di Sumatra. Mari titipkan infaq terbaik Sahabat. Tambahkan angka 5 di akhir nominal donasi sebagai kode bantuan bencana Sumatra, contoh Rp10.005. Donasi dapat disalurkan melalui rekening berikut:Mandiri: 131.00.1022992.2BNI: 2.229.222.920BSI: 77.333.333.77a.n Zakatel Citra Caraka Jangan lupa melakukan konfirmasi kepada official admin Zakatel di nomor 0812 2374 1539. Sahabat juga dapat berdonasi dengan sekali klik melalui https://zakatel.id/campaign/bantu-sumatera-pulih Melalui peristiwa ini, hendaknya menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar tidak ada lagi korban akibat bencana serupa. Pembenahan menyeluruh perlu dilakukan, dan pihak pemberi izin kebijakan sudah sepatutnya menjadi yang pertama memulainya.
Wahai Umat Manusia, Palestina Masih Dilanda Krisis

Sejak tahun 1948 dunia menyaksikan sebuah babak luka yang begitu dalam. Negara Palestina diusir, dipaksa untuk meninggalkan tanah airnya. Nyaris seluruh tempat remuk redam menyisakan Gaza, yang luasnya tak lebih besar dari sebagian kota di Indonesia. Perang jelas menghancurkan seluruh sisi kehidupan. Pada detik ini, sekolah yang dulu riuh oleh suara anak kecil kini tinggal puing. Rumah sakit porak-poranda. Rumah tinggal berubah menjadi debu. Jalan, kantor, dan ruang kehidupan lain sudah luruh membisu. Jeritan perempuan dan anak-anak yang tak berdaya terdengar dari kejauhan. Sungguh, mereka menghadapi dentuman yang datang tanpa henti. Banyak orang bertanya mengapa Gaza tetap bertahan. Mengapa mereka masih melawan padahal kekuatan militer yang dihadapi begitu besar. Sejarah Palestina penuh dengan kisah panjang tentang dijajah, ditindas, dan upaya diredupkan. Dan sama seperti umat terdahulu yang menghadapi cobaan berat, keteguhan Gaza bersumber dari iman yang tak pernah benar-benar padam. Gaza tidak tinggal diam. Mereka bukan menunggu senjata, bukan pula menunggu kekuatan besar turun dari langit. Mereka hanya mengerjakan apa yang mampu mereka kerjakan. Sama seperti umat lain yang menguatkan lewat doa, kesadaran, dan aksi kecil yang tetap berarti. Apalagi di zaman ini perjuangan tidak selalu berbentuk senjata. Menceritakan apa yang terjadi, membagikan kabar benar, dan tidak membiarkan propaganda berjalan begitu saja sudah menjadi bentuk perjuangan tersendiri. Ketika berbicara tentang kesabaran dan keteguhan, sumbernya tetap satu yakni iman. Dan iman tumbuh dari kedekatan dengan Al Quran. Ada tiga cara menjaga hubungan ini. Pertama, mendengarkan lantunan Al Quran yang menguatkan hati. Kedua, membacanya secara rutin bukan hanya di bulan suci. Ketiga, menghafalnya meski perlahan apakah setengah baris atau hanya beberapa kata setiap hari. Bukan banyaknya hafalan yang menjadi ukuran tetapi konsistensi melawan rasa malas dan hawa nafsu. Situasi konflik membuat banyak kabar bohong sengaja disebarkan untuk melemahkan kepedulian. Ada yang percaya Palestina telah merdeka hanya karena mendengar kabar ada jeda tembak atau gencatan senjata. Padahal keadaan di lapangan jauh dari selesai. Bantuan yang masuk masih terbatas. Sebagian bahkan rusak sebelum sampai ke tangan warga. Ada pula bantuan udara yang justru mencelakai karena jatuh sembarangan menimpa tenda warga. Gaza yang hanya berjarak puluhan kilometer dari Masjidil Aqsa pun tetap terisolasi. Akses menuju tempat suci itu tertutup sepenuhnya. Mereka yang tinggal dekat tidak mampu menempuh perjalanan yang sangat dekat itu karena penjagaan dan blokade. Ketika Aqsa diganggu maka Gaza merasa terpanggil untuk berdiri di garis depan. Ini bukan semata pilihan, tetapi panggilan dari keyakinan yang mereka pegang. Kendati demikian penderitaan tetap berjalan. Harga bahan makanan melambung sampai tak masuk akal. Satu kantong tepung bisa bernilai puluhan juta. Bawang, beras, dan kebutuhan sederhana lain menjadi barang mewah. Warga tak hanya menghadapi perang tetapi juga kelaparan yang terus menekan. Bahkan orang kaya pun tak mampu bertahan lama karena semua persediaan habis dalam hitungan bulan. 1. Zakatel menyalurkan bantuan untuk Palestina Hingga saat ini Indonesia terus mengirimkan dukungan. Pada 12 November 2025 LAZ Zakatel kembali menyalurkan amanah berupa bantuan senilai Rp 9.100.000 melalui Syekh Mahmud Al Gaul dari Lembaga Mussalah Annujum. Penyaluran ini turut didampingi oleh perwakilan LAZ Persis, Romi Mulya Hidayat, S.Pd. sehingga memastikan seluruh bantuan sampai dengan aman dan tepat. Perjuangan Palestina adalah cermin bahwa persatuan umat masih menjadi pekerjaan besar. Selama perpecahan tumbuh, selama sebagian menjauh dari agamanya, maka tidak mudah menghadapi kekuatan yang menindas. Perlu kita ingat bahwa setiap langkah kecil, setiap kepedulian, dan setiap bentuk dukungan adalah cahaya yang tetap menyala bagi saudara kita di sana. Terima kasih sedalam-dalamnya LAZ Zakatel haturkan kepada Sahabat Dermawan yang senantiasa mempercayakan amanah kepada Zakatel. Atas izin Allah, melapangkan rezeki dan memberkahi setiap kebaikan yang Sahabat titipkan. Mari kita terus mendoakan Palestina agar segera merdeka seutuhnya, terbebas dari penindasan dan kembali menikmati kehidupan yang damai. Dan mari kita bersama menguatkan solidaritas melalui zakat, infak, dan sedekah bersama Zakatel.
Hasbullah Fudail Dorong Pengarusutamaan HAM dalam Produk Hukum Daerah

Bandung – Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, menegaskan pentingnya pengarusutamaan hak asasi manusia (HAM) dalam setiap sektor kebijakan, khususnya produk hukum daerah. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah forum diskusi di Hotel Ibis Trans, Bandung, Selasa (23/9/2025). Menurutnya, pengarusutamaan HAM bertujuan memastikan hak asasi dihormati, dipenuhi, dan dilindungi. Karena itu, ia mendorong kolaborasi erat antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, hingga kementerian terkait. “Profesi sebagai anggota legislatif bukan hanya soal membuat aturan, tetapi panggilan untuk menghasilkan produk hukum yang tidak mengabaikan nilai-nilai HAM,” ujar Hasbullah. Ia menyoroti Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat permasalahan produk hukum tertinggi di Indonesia. Data menunjukkan, Jawa Barat masuk tiga besar daerah dengan produk hukum paling bermasalah. “Karena itu, kolaborasi penting. Tidak bisa berjalan sendiri. Harmonisasi perlu dilakukan bersama, apalagi sebelumnya Kanwil HAM juga sudah terlibat aktif dalam berbagai pembahasan,” katanya. Lebih lanjut, Hasbullah mengungkapkan terdapat dua isu besar yang masih menjadi pekerjaan rumah di Jawa Barat, yakni intoleransi dan kebebasan beribadah. “Fakta menunjukkan Jawa Barat merupakan provinsi paling intoleran di Indonesia. Maka, dorongan moderasi beragama menjadi sangat relevan,” tegasnya. Hasbullah berharap ke depan setiap produk hukum daerah dapat sejalan dengan nilai-nilai HAM, sekaligus memperkuat perlindungan kebebasan masyarakat. “Mudah-mudahan, tidak ada lagi aturan yang bertentangan dengan prinsip HAM. Semua segera dilaksanakan agar keadilan dan kerukunan bisa terwujud,” pungkasnya.