Perluas Mesjid-Nya Luaskan ruang ibadah dan Tumbuhkan Generasi Qur’ani

Di sebuah sudut Dusun Talun, ada masjid kecil yang tidak pernah sepi dari kebaikan. Di sana, warga datang untuk menunaikan shalat lima waktu.Bapak dan ibu rutin mengikuti pengajian.Dan anak-anak belajar membaca Al-Qur’an serta agama Islam. Masjid Nurul Iman bukan sekadar tempat untuk bersujud. Ia menjadi tempat warga berkumpul, tempat anak-anak mengenal Al-Qur’an, dan tempat tumbuhnya kehidupan keislaman masyarakat. Namun, di balik semaraknya berbagai kegiatan tersebut, ada satu persoalan yang semakin terasa: ruang masjid kini tak lagi cukup untuk menampung banyaknya aktivitas warga.  Ketika Masjid Kecil Menjadi Terlalu Sempit untuk Banyak Kebaikan Masjid Nurul Iman berada di Dusun Talun RT 001/RW 002, Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Di lingkungan masjid ini terdapat 59 kepala keluarga dengan sekitar 180 warga. Selain digunakan untuk shalat lima waktu, masjid juga menjadi tempat pengajian rutin bapak-bapak dan ibu-ibu serta kegiatan keagamaan lainnya.Yang lebih menghangatkan hati, masjid ini juga menjadi tempat 45 anak belajar agama dan membaca Al-Qur’an melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Iman.  Sebanyak 25 anak usia sekolah dasar dan 20 anak usia PAUD belajar agama dan membaca Al-Qur’an di bangunan masjid yang sama. Sayangnya, keterbatasan luas masjid membuat sebagian kegiatan belum dapat berlangsung dengan nyaman. Seiring bertambahnya kebutuhan belajar, pengajian, dan kegiatan keislaman masyarakat, ruang yang ada pun semakin terasa terbatas. Karena itu, warga berikhtiar membangun Masjid Nurul Iman menjadi dua lantai. Pembangunan ini bukan sekadar menambah luas bangunan. Ini adalah ikhtiar untuk menghadirkan ruang yang lebih layak bagi ibadah dan pendidikan umat. Lantai pertama akan digunakan sebagai ruang ibadah, sementara lantai kedua akan menjadi ruang Madrasah Diniyah, pengajian, kajian Islam, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.  Sementara lantai kedua akan menjadi ruang untuk Madrasah Diniyah, pengajian dan kajian Islam, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Bayangkan… Ada anak kecil yang belajar mengeja huruf hijaiyah. Ada orang tua yang mendampingi mereka belajar agama. Ada jamaah yang datang untuk shalat. Dan insyaAllah, ketika masjid ini berdiri dan terus dimakmurkan, setiap kebaikan yang berlangsung di dalamnya menjadi bagian dari pahala bagi mereka yang ikut mewujudkannya. Mari Jadikan Wakaf Kita Sebagai Amal yang Terus Mengalir Rasulullah ﷺ bersabda besarnya keutamaan membangun masjid.“Barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.”(HR. Bukhari dan Muslim) Membangun masjid mungkin terasa seperti sebuah ikhtiar yang besar. Namun, sebuah masjid tidak berdiri hanya karena satu orang. Ia hadir dari banyak tangan yang bersama-sama menghadirkan kebaikan.  Ada yang mewakafkan hartanya, ada yang membantu material, ada yang menyumbangkan tenaga, dan ada yang menyebarkan kebaikan ini kepada orang lain. Sekecil apa pun peran kita, semuanya berarti.  Karena bisa jadi, wakaf yang menurut kita kecil justru menjadi bagian dari berdirinya tempat yang kelak dipenuhi lantunan Al-Qur’an, sujud, dzikir, pengajian, dan doa. Masih Dibutuhkan Rp200 Juta untuk Mewujudkan Masjid Dua Lantai Pembangunan Masjid Nurul Iman membutuhkan biaya sekitar Rp200.000.000. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan penyediaan berbagai kebutuhan masjid, mulai dari struktur bangunan, besi, semen, pasir, lantai, plafon, genteng, tempat wudu, pintu, jendela, hingga perlengkapan masjid. InsyaAllah, setiap wakaf yang Anda titipkan akan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang lebih luas untuk beribadah, belajar Al-Qur’an, menuntut ilmu, dan mempererat silaturahmi warga. Mulailah dari apa yang Allah mampukan. Rp50.000 mungkin terlihat sederhana bagi kita. Namun, ketika banyak hati ikut bergerak, wakaf-wakaf kecil itu dapat menjadi bagian dari berdirinya sebuah masjid yang kelak dipenuhi sujud, lantunan Al-Qur’an, dan majelis ilmu. Bayangkan jika suatu hari nanti seorang anak membaca Al-Qur’an di lantai masjid yang ikut kita wakafkan. Seorang jamaah bersujud di atas lantai yang menjadi bagian dari wakaf kita. Sebuah majelis ilmu berlangsung di ruang yang kita bantu hadirkan.Semoga setiap kebaikan yang lahir dari sana menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, bahkan ketika kita sudah tidak lagi berada di dunia. Yuk, Ikut Wakaf Pembangunan Masjid Mari bersama-sama membantu warga Dusun Talun mewujudkan masjid yang lebih luas, nyaman, dan mampu menjadi pusat ibadah serta pembinaan generasi Qur’ani. Jangan biarkan keterbatasan ruang membatasi luasnya kebaikan.InsyaAllah, hari ini kita membantu membangun masjid. Esok, masjid itu yang menjadi saksi atas wakaf kita. Salurkan Wakaf Terbaik Anda BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77  BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2  Jangan lupa konfirmasi Official Call Center kami ya, di nomor 0812 2374 1539 (WhatsApp). Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Sahabat, memanjangkan usia dalam kebaikan, serta menjadikan setiap titipan sebagai pahala yang terus mengalir. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🕌 WAKAF PEMBANGUNAN MASJID NURUL IMAN Ruangnya terbatas, tetapi semangat ibadah dan belajar Al-Qur’an tak pernah terbatas. Di Dusun Talun, Sumedang, Masjid Nurul Iman menjadi tempat warga menunaikan shalat, mengikuti pengajian, dan menjadi tempat 45 anak belajar agama serta membaca Al-Qur’an. Namun, luas masjid yang ada semakin terbatas untuk menampung berbagai aktivitas ibadah dan pembelajaran. Karena itu, warga berikhtiar membangun Masjid Nurul Iman menjadi dua lantaI agar tersedia ruang ibadah yang lebih layak sekaligus ruang untuk Madrasah Diniyah, pengajian, kajian Islam, dan kegiatan sosial masyarakat. 🤲 Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim) Mungkin kita tidak mampu membangun masjid seorang diri. Namun kita bisa mengambil bagian. Rp50.000, Rp100.000, atau berapa pun yang Allah mampukan, semoga menjadi bagian dari bangunan yang kelak dipenuhi sujud, lantunan Al-Qur’an, dan majelis ilmu. ✨ Total kebutuhan pembangunan: Rp200.000.000 Mari ikut menghadirkan ruang bagi lebih banyak kebaikan. Semoga wakaf yang kita titipkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. 💚 SALURKAN WAKAF TERBAIK ANDA BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 📲 Konfirmasi wakaf: WhatsApp 0812 2374 1539 Semoga Allah menerima setiap wakaf yang kita titipkan, melimpahkan keberkahan kepada para pewakaf, dan menjadikannya amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲

Menguatkan Usaha, Menumbuhkan Harapan di Tangerang Kota 

Satu kebaikan mungkin terlihat sederhana ketika dilakukan seorang diri. Namun, nilainya menjadi berbeda ketika kebaikan tersebut dilanjutkan dan manfaatnya dirasakan banyak orang.  Semangat untuk membantu mereka yang tetap ingin berusaha inilah yang terus dihadirkan dalam Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif (PPEP) LAZ Zakatel.  Bukan sekadar memberikan bantuan, PPEP hadir untuk membuka ruang agar para lansia pensiunan prasejahtera dan pensiunan pelaku UMKM yang layak dibantu dapat terus produktif, mengembangkan usaha, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi.  Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif atau PPEP merupakan salah satu program unggulan LAZ Zakatel yang memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada penerima manfaat yang membutuhkan tambahan modal untuk merintis maupun mengembangkan usahanya.  Dana yang disalurkan bersifat bergulir. Pengembalian pinjaman dari penerima manfaat menjadi bagian dari keberlanjutan program karena dana tersebut dapat kembali disalurkan kepada penerima manfaat lainnya.  Kebaikan yang dititipkan pun tidak berhenti pada satu penerima, tetapi terus bergerak dan membuka kesempatan bagi usaha-usaha berikutnya. Semangat tersebut terlihat melalui dua penyaluran dana bergulir PPEP Zakatel di Tangerang Kota pada Agustus 2026. Pada Rabu, 12 Agustus 2026 bertempat di Kantor Sekretariat P2Tel Tangerang Kota, telah diserahkan dana bergulir PPEP Zakatel oleh KPC P2Tel Tangerang Kota Bapak Muchlas Suyono kepada Bapak Mursid, NIK 680267, sebesar Rp2.500.000.  Semoga tambahan modal ini dapat meningkatkan hasil usahanya, membawa keberkahan, serta memudahkan pengembalian pinjamannya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.  Kebaikan kembali berlanjut pada Selasa, 18 Agustus 2026. Usai kegiatan olahraga rutin anggota P2Tel Tangerang Kota, KPC P2Tel Tangerang Kota, Bapak Muchlas Suyono menyerahkan dana bergulir PPEP Zakatel kepada Ibu Lies Pardiah, NIK 650355, sebesar Rp2.500.000.  Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha Ibu Lies Pardiah. Semoga tambahan modal yang diberikan dapat meningkatkan hasil usahanya, membawa keberkahan, serta dimudahkan dalam pengembalian pinjamannya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.  Penyaluran ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga agar manfaat PPEP terus bergerak. Setiap penerima manfaat mendapatkan kesempatan untuk menguatkan usaha yang dimiliki, sementara dana yang dikembalikan nantinya dapat kembali dimanfaatkan untuk membantu penerima manfaat lainnya.  Rasulullah SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)  Sahabat Zakatel, ada amal yang pahalanya tetap mengalir meski seseorang telah meninggal dunia. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang Sahabat titipkan dapat menjadi bagian dari amal shalih tersebut.  Manfaatnya dirasakan oleh mereka yang membutuhkan, seperti dukungan modal usaha PPEP. Ketika manfaat itu terus bergulir dan dirasakan oleh penerima manfaat lainnya, kebaikan yang ditanam hari ini insyaallah menjadi jalan pahala yang terus mengalir. Masih banyak lansia pensiunan prasejahtera dan pensiunan pelaku UMKM yang layak dibantu. Masih banyak usaha yang membutuhkan tambahan modal agar tetap berjalan dan berkembang.  Mari terus dukung mereka yang masih ingin berusaha dan menjadi bagian dari kebaikan yang terus berputar. Salurkan titipan Anda melalui rekening atas nama Zakatel Citra Caraka berikut:  BNI: 2.229.222.920  BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77  BSI (Zakat): 70.262.223.32  Mandiri: 131.00.1022992.2  Jangan lupa konfirmasi Official Call Center kami ya, di nomor 0812 2374 1539 (WhatsApp). Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Sahabat, memanjangkan usia dalam kebaikan, serta menjadikan setiap titipan sebagai pahala yang terus mengalir. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Dari Blitar, Purwokerto, hingga Pamekasan, PPEP Zakatel Berdayakan UMKM

Sebuah usaha tidak selalu membutuhkan langkah yang besar untuk terus berjalan. Terkadang, tambahan modal yang sederhana dapat menjadi penguat bagi seseorang untuk kembali menambah stok dagangan, membuka kios, atau mengembangkan usaha yang telah lama dirintis. Semangat untuk membantu mereka yang tetap ingin berusaha ini terus dihadirkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif (PPEP) LAZ Zakatel. Program ini hadir untuk membuka ruang agar para lansia pensiunan prasejahtera dan pensiunan pelaku UMKM yang layak dibantu dapat terus produktif, mengembangkan usaha, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi. PPEP memberikan dukungan berupa pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi penerima manfaat yang ingin merintis maupun mengembangkan usahanya. Dana yang disalurkan dalam program ini bersifat bergulir. Pengembalian pinjaman dari satu penerima manfaat akan memungkinkan dana tersebut kembali disalurkan kepada penerima manfaat berikutnya. Satu titipan kebaikan pun dapat terus bergerak dan menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang, dari satu usaha ke usaha lainnya dan dari satu daerah ke daerah lainnya. Rangkaian penyaluran PPEP pada Agustus 2026 kembali memperlihatkan bagaimana semangat tersebut terus berjalan. Tiga penerima manfaat dari Blitar, Purwokerto, dan Pamekasan mendapatkan dukungan modal untuk usaha yang mereka jalankan. Masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda, tetapi memiliki harapan yang sama: usaha dapat terus berjalan, berkembang, dan menjadi sumber penghidupan yang lebih baik. Alhamdulillah pada Rabu, 12 Agustus 2026 telah diserahkan pinjaman PEP Zakatel kepada Penerima Manfaat PEP atau PMP atas nama Bapak Muljono, NIK 520775, sebesar Rp2.500.000 di PC P2Tel Blitar. Pinjaman tersebut akan dipergunakan untuk menambah modal usaha toko kacamata dan jam dinding milik beliau. Semoga pinjaman yang diterima dapat membawa keberkahan, membantu pengembangan usaha, serta membuat usaha Bapak Muljono semakin lancar dan berkembang. Aamiin. Kabar baik berikutnya datang dari Purwokerto. Pada Selasa, 11 Agustus 2026 P2Tel PC Purwokerto telah merealisasikan permohonan pinjaman atas nama Ibu Astuti Isticharoh, NIK 600688, di P2Tel PC Purwokerto, sebesar Rp2.500.000. Pinjaman tersebut akan digunakan sebagai tambahan modal awal usaha warung sembako, gas elpiji, air galon, dan kebutuhan lainnya. Usaha tersebut dijalankan di kios baru yang berlokasi di Jl. Dusun 2 No. 1, Kelurahan Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Semoga usaha Ibu Astuti dapat berjalan lancar, berkembang, dan menjadi usaha yang membawa keberkahan bagi beliau dan keluarga. Aamiin. Penyaluran berikutnya berlangsung di P2Tel Pamekasan. Pada Ahad, 9 Agustus 2026 bertempat di Toko Pracangan Ibu Patas Wati, Jl. Teja, Kabupaten Pamekasan, telah diserahkan pinjaman PEP Zakatel sebesar Rp2.500.000 kepada Ibu Patas Wati, NIK 391012. Ibu Patas Wati menghaturkan terima kasih atas pinjaman yang diberikan. Dana tersebut akan digunakan sebagai tambahan modal usaha toko pracangan yang telah dirintisnya. Semoga Toko Pracangan Ibu Patas Wati semakin berkembang, usahanya berjalan lancar, dan pengembalian pinjamannya senantiasa dimudahkan oleh Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. Tiga penyaluran tersebut menjadi bagian dari perputaran manfaat PPEP yang terus berjalan di berbagai daerah. Blitar, Purwokerto, dan Pamekasan menjadi tiga titik kebaikan yang pada kesempatan ini kembali mendapatkan dukungan untuk menguatkan usaha para penerima manfaat. Semangat untuk terus berusaha menjadi hal yang begitu berarti. Dukungan modal yang diberikan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan usaha hari ini, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pijakan agar penerima manfaat mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha yang dimiliki. Rasulullah SAW bersabda. “Barang siapa melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.” (HR. Muslim) Sahabat Zakatel, masih banyak pensiunan prasejahtera yang tetap ingin produktif. Masih banyak pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal agar usaha yang telah dirintis dapat terus berjalan. Masih banyak pula ikhtiar yang tumbuh menjadi sumber penghidupan ketika mendapatkan dukungan dan kesempatan. Mari terus menjadi bagian dari kebaikan ini. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang Sahabat Dermawan titipkan melalui LAZ Zakatel insyaallah akan terus diupayakan menjadi manfaat bagi mereka yang membutuhkan, termasuk para lansia pensiunan prasejahtera dan pensiunan pelaku UMKM yang layak dibantu. Salurkan titipan Bapak Ibu melalui rekening atas nama Zakatel Citra Caraka berikut: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Jangan lupa konfirmasi ke Call Center kami ya, di nomor 0812 2374 1539 (WhatsApp). Semoga setiap titipan yang diberikan menjadi jalan keberkahan, menguatkan mereka yang sedang berusaha, serta menjadi amal yang terus mengalir manfaatnya bagi banyak orang. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Ikhtiar Zakatel Memandirikan Pensiunan Dhuafa

Seperti mata air yang tak henti mengalir walau musim berganti, semangat berbagi di LAZ Zakatel juga terus bergerak tanpa jeda. Dari satu kota ke kota lain, dari satu tangan yang lain, ikhtiar memberdayakan para pensiunan dhuafa lewat Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif (PPEP) terus dijalankan. Bukan sekadar memberi, PPEP hadir untuk menumbuhkan, agar bapak ibu pensiunan yang selama ini menerima bisa perlahan bangkit dan kelak menjadi mereka yang memberi. Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif atau PPEP adalah salah satu program unggulan LAZ Zakatel yang secara khusus menyasar para pensiunan dhuafa agar mampu memiliki usaha sendiri dan mandiri secara ekonomi. Melalui program ini, Zakatel menyalurkan pinjaman modal usaha tanpa bunga kepada para pensiunan yang ingin merintis atau mengembangkan usahanya. Dana yang disalurkan bersifat bergulir, artinya setelah dikembalikan oleh satu penerima, dana tersebut akan kembali disalurkan kepada penerima manfaat berikutnya. Dengan begitu, satu rupiah yang dititipkan Sahabat Dermawan bisa terus berputar dan dirasakan manfaatnya oleh banyak pensiunan dhuafa secara berkelanjutan. Pada hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2026, bertempat di halaman Kantor Telkom Purwakarta, usai pelaksanaan senam sehat rutin P2Tel PurwaSuKa, antusiasme para pensiunan berlanjut dengan momen penuh syukur. Bapak Jajang S, selaku pengelola PEP, menyerahkan langsung pinjaman modal usaha PEP sebesar Rp 2.500.000 kepada Bapak Oman Komarudin dengan NIK 521274, anggota Komsat Purwakarta. Bantuan pinjaman tanpa bunga ini akan dimanfaatkan Bapak Oman sebagai tambahan modal usaha warung kelontong yang telah lama dirintisnya. Semoga usaha warung kelontong milik Bapak Oman semakin berkembang dan pengembalian pinjamannya senantiasa dimudahkan dan dilancarkan Allah subhanahu wa taala. Aamiin. Kebaikan serupa juga menyapa Kota Mojokerto. Hari Senin tanggal 3 Agustus 2026, Bapak Zunardi selaku Sie PEP P2Tel Mojokerto menyerahkan pinjaman modal usaha tanpa bunga sebesar Rp2.500.000 kepada Ibu Sukiyah binti Sunaryo dengan NIK 320625. Pinjaman ini akan digunakan Ibu Sukiyah untuk menambah kegiatan usaha warung sembako yang dijalankannya di rumah. Semoga dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan usaha warung sembako Ibu Sukiyah semakin berkembang, membawa keberkahan bagi keluarganya. Aamiin. Rasulullah SAW. bersabda, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim). Hadis ini menjadi pengingat bahwa harta yang dititipkan Allah kepada kita justru akan semakin berkah kita ketika sebagiannya disisihkan untuk membantu saudara yang membutuhkan. Pinjaman modal tanpa bunga yang disalurkan lewat PPEP hari ini adalah wujud nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah Sahabat Dermawan sungguh menjelma menjadi jalan usaha, jalan rezeki, dan jalan kemandirian bagi para pensiunan dhuafa di berbagai daerah. Mari Menjadi Bagian dari Rantai Kebaikan Ini LAZ Zakatel mengajak bapak ibu Sahabat Dermawan untuk terus menyisihkan sebagian rezeki karunia Allah subhanahu wa taala. Setiap zakat, infak, sedekah, hingga wakaf yang Bapak Ibu titipkan di Zakatel insyaallah akan terus menjadi jalan kebaikan bagi lebih banyak pensiunan dhuafa di berbagai kota. Salurkan titipan Bapak Ibu melalui rekening atas nama Zakatel Citra Caraka berikut. BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Jangan lupa konfirmasi ke Call Center kami di nomor 0812 2374 1539 (WhatsApp). Dengan izin Allah, semoga setiap titipan Bapak Ibu menjadi berkah yang terus mengalir, dan kebaikan ini dapat dirasakan oleh lebih banyak lagi pensiunan dhuafa yang membutuhkan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Zakatel Salurkan Bantuan Modal Usaha Warung Makan kepada Pensiunan Dhuafa

Roda kebaikan untuk para pensiunan dhuafa dalam program Zakatel terus berputar. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif (PPEP), Zakatel memberikan pinjaman modal tanpa bunga. Alhamdulillah pada Senin, 20 Juli 2026, Bendahara Bapak Kosasih didampingi staf Badan Pengelola Ibu Suhaiti menyerahkan bantuan pinjaman pertama sebesar Rp 2.500.000 kepada Ibu Masinah dengan NIK 630293. Bantuan ini dimanfaatkan untuk menambah modal usaha warung makan. semoga usahanya lancar, berkah, dan menjadi wasilah kebaikan. Aamiin. Sebelumnya pada Kamis 16 Juli 2026 Zakatel juga telah menyalurkan bantuan sebesar Rp. 3.000.000 kepada Palupi jd. Djoewarto dengan NIK 510237. Ditujukan mengembangkan usaha butik muslim di ruang sekretariat Persatuan Pensiunan Telkom Pasuruan. Dibentuknya Program agar membantu bapak ibu pensiunan memiliki usaha sendiri, mandiri secara ekonomi, dan kelak bisa kembali berbagi dengan sesama. Mudah-mudahan usaha warung makan milik ibu masinah dan usaha butik muslim milik Ibu Palupi semakin berkembang dan membawa keberkahan. Aamiin. Rasulullah SAW bersabda. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Agar kebaikan ini terus bergulir, LAZ Zakatel mengajak bapak ibu Sahabat Dermawan untuk menyisihkan sebagian rezeki karunia Allah subhanahu wa taala. Setiap zakat, infak, sedekah, hingga wakaf yang Bapak Ibu titipkan di Zakatel insyaallah menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang yang membutuhkan. Salurkan titipan bapak ibu melalui rekening a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Tidak lupa konfirmasi Call Center kami 0812 2374 1539 Dengan izin Allah, semoga setiap bantuan Bapak Ibu menjadi berkah yang terus mengalir dan kebaikan ini dirasakan lebih banyak pensiunan dhuafa. Aamiin.

Zakatel Salurkan Bantuan Modal Usaha Butik kepada Pensiunan Dhuafa

Bantuan usaha dari Zakatel untuk para pensiunan dhuafa masih terus berjalan. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif (PPEP), Zakatel memberikan pinjaman modal tanpa bunga. Alhamdulillah pada Kamis, 16 Juli 2026 di pencairan dana bergulir ke-110 ini Zakatel menyalurkan bantuan sebesar Rp 3.000.000 kepada Ibu Palupi jd. Djoewarto dengan NIK 510237. Bantuan ini untuk modal mengembangkan usaha butik muslim di ruang sekretariat P2Tel Pasuruan. Sebelumnya pada 7 Juni 2026 di Kantor P2Tel Bandung Tengah Zakatel juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 2.500.000 kepada Bapak Idid Samsudin dengan NIK 490714. Dana tersebut untuk modal usaha pembuatan baju coat. Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif ini tujuannya sederhana. Membantu bapak ibu pensiunan punya usaha sendiri, bisa mandiri secara ekonomi, dan kedepannya bisa berbagi lagi dengan sesama. Mudah-mudahan usaha butik muslim milik Ibu Palupi dan usaha baju milik Bapak Idid semakin lancar dan membawa berkah. Aamiin. Rasulullah SAW bersabda. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad) Setiap rupiah Zakat, Infak, Sedekah, hingga Wakaf yang Anda titipkan di Zakatel insyaallah menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang yang membutuhkan. Mari salurkan melalui rekening a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak Sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Tidak lupa konfirmasi Call Center kami 0812 2374 1539 (Whatsapp) Semoga kebaikan Bapak Ibu menjadi sebab mengalirnya keberkahan, sehingga kebaikan ini terus bergulir dan bisa menjangkau lebih banyak pensiunan dhuafa.

Dewan Pengarah BNPB: Donasi Bukan Lagi Soal Sukarela, Tapi Urusan Mendesak

Lembaga Kemanusiaan di era sekarang wajib bergerak cepat menghadapi lonjakan frekuensi dan intensitas bencana alam akibat perubahan iklim global. Urusan kesiapsiagaan dan penyelamatan jiwa ini dikaji saat LAZ Zakatel menghadiri forum diskusi BAZNAS Fundraising Forum pada Rabu, 15 Juli 2026 di Bandung. Pertemuan besar yang dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, dan Kementerian Agama RI ini menghadirkan pemaparan dari Ibu Rahmawati Husein selaku Dewan Pengarah BNPB, Dewan Pakar MDMC, dan Ketua LLHPB PP Aisyiyah. Beliau menyampaikan materi bertajuk Membangun Kemitraan Strategis, Meningkatkan Solidaritas, dan Mengoptimalkan Dampak Kemanusiaan. Indonesia secara geologis berada di posisi berbahaya karena dikepung oleh tiga lempeng raksasa dunia, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia. Lempengan-lempengan bumi ini saling menekan satu sama lain dan bergerak aktif sekitar empat hingga sepuluh sentimeter per tahun. Berdasarkan basis data geologi, negara kita memiliki lebih dari 400 sesar aktif atau retakan pada kerak bumi yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Data segmen sesar ini melonjak drastis dari 295 segmen pada 2017 menjadi 402 segmen pada 2024. Sesar utama seperti Semangko di Sumatera, Palu-Koro di Sulawesi, serta Cimandiri dan Lembang di Jawa berpotensi besar memicu gempa bumi merusak. Selain ancaman lempeng dan sesar, kompleksitas kondisi demografis berupa kepadatan penduduk yang tinggi serta masalah ekonomi seperti kemiskinan ikut menambah tingginya kerentanan masyarakat terhadap peristiwa alam. Kondisi geografis ini menempatkan Indonesia pada ranking pertama dari 265 negara di dunia terhadap risiko tsunami, ranking pertama dari 162 negara untuk bencana tanah longsor, ranking ketiga dari 153 negara untuk risiko gempa bumi, serta ranking keenam dari 162 negara untuk risiko bencana banjir. Kondisi krisis kemanusiaan ini semakin berat karena di tingkat global juga terjadi akumulasi masalah, mulai dari konflik bersenjata dan perang, kemiskinan ekstrem, hingga krisis iklim yang memicu cuaca ekstrem tahunan seperti banjir, badai, kekeringan, dan suhu panas ekstrem. Menghadapi ancaman multidimensional yang mengancam nyawa jutaan jiwa tersebut, tidak ada satu lembaga pun yang memiliki sumber daya, kewenangan, dan kapasitas yang cukup untuk menangani seluruh siklus bencana secara mandiri. Siklus penanggulangan bencana harian harus dikelola secara utuh mulai dari fase pra-bencana yang meliputi tindakan pencegahan, mitigasi atau upaya mengurangi resiko, dan kesiapsiagaan. Fase berikutnya adalah fase saat bencana yang mencakup tindakan siaga darurat, tanggap darurat untuk menyelamatkan korban, dan transisi darurat. Terakhir adalah fase pasca-bencana yang meliputi tindakan pemulihan, rehabilitasi untuk memperbaiki fasilitas, dan rekonstruksi untuk membangun kembali bangunan yang hancur. Seluruh rangkaian ini dijalankan dalam satu kesatuan National Disaster Management System atau Sistem Penanggulangan Bencana Nasional melalui penguatan komponen legislasi terkait aturan hukum, kelembagaan, perencanaan program, penganggaran dan pendanaan, peningkatan kapasitas amil dan relawan, hingga pelaksanaan penerapan di lapangan. Kerja sama multipihak wajib diterapkan demi mengoptimalkan penanganan korban bencana di lapangan. Lembaga amil dan kemanusiaan harus bergerak dalam ekosistem Pentahelix PB yang kemudian berevolusi menjadi Multihelix, yaitu model kolaborasi yang menyatukan unsur akademisi atau perguruan tinggi, pihak swasta atau dunia usaha, pemerintah, kelompok masyarakat sipil atau NGO, media massa, hingga politisi legislatif dan lembaga internasional. Wadah kolaborasi ini bergerak di dalam platform Nasional Penaggulangan Bencana. Melalui kerja sama erat ini, kita dapat saling berbagi dana bantuan, berbagi tenaga ahli kebencanaan, berbagi logistik makanan dan obat-obatan, berbagi teknologi evakuasi, serta berbagi informasi lapangan yang akurat. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing pihak; mempercepat respons darurat dan pemulihan pascabencana serta mengurangi duplikasi program atau tumpang tindih bantuan agar respons penanganan menjadi lebih efektif, transparan, akuntabel, dan memenuhi standar kerja internasional. Bentuk kolaborasi penggalangan dana kemanusiaan secara internasional sendiri dapat dikemas melalui lima skema harian, yaitu co-fundraising atau penghimpunan dana bersama, matching fund berupa dana pendamping, emergency appeal atau serua darurat bencana, crowdfunding lewat platform patungan digital, serta charity event berupa acara penggalangan dana. Sumber pendanaan global ini dapat diakses melalui berbagai kanal seperti individual giving dari perorangan, corporate giving dari perusahaan, philanthropy foundation atau yayasan filantropi, multilateral agency dan bilateral agency berupa lembaga donor antar-pemerintah, faith-based organization atau organisasi berbasis keagamaan, digital fundraising, donasi diaspora atau warga negara di luar negeri, high net worth individual atau donatur kaya, hingga legacy giving berupa dana warisan. Hubungan ini dapat dibangun dengan aktif melibatkan diri dalam forum internasional, konferensi global, webinar, lokakarya, dan pameran kemanusiaan. Mitra global potensial yang dapat digandeng meliputi badan PBB seperti UNICEF, UNDP, WHO, IOM, WFP, UNHCR untuk pengungsi, dan UNOCHA untuk koordinasi kemanusiaan. Bisa juga bersama pemerintah asing seperti JICA Jepang, USAID Amerika, DFAT Australia, SIDA Swedia, dan NZAid Selandia Baru hingga NGO internasional terkemuka seperti Oxfam, Save the Chidren, Mercy Corps, World Vision, Islamic Relief Worldwide, Qatar Charity, Bayt Zakat Al Azhar, Mishr Al Kheir, serta lembaga yang masuk dalam jajaran Top 10 Muslim NGOs di Dunia. Agar dapat dilirik dan dipercaya oleh mitra internasional, organisasi kemanusiaan di Indonesia harus memenuhi standar kredibilitas tinggi dan memperkuat kapasitas internalnya. Karakteristik utama yang dinilai oleh donor meliputi penerapan tata kelola yang baik (good governance), legalitas hukum lembaga yang jelas, rekam jejak program yang terbukti sukses, kepemimpinan yang kuat, serta sistem keuangan yang akuntabel dan terdokumentasi rapi melalui audit keuangan independen. Lembaga juga wajib memiliki kebijakan anti-fraud (anti-kecurangan) dan anti-korupsi, manajemen risiko yang matang, mekanisme pengaduan publik, serta kebijakan perlindungan data pribadi. Standar internasional juga menuntut komitmen terhadap inklusi, nondiskriminasi, serta kebijakan safeguarding yang ketat. kebijakan safeguarding ini bermakna sebagai aturan perlindungan bagi kelompok rentan, yang meliputi kebijakan perlindungan anak serta kebijakan PSEAH atau pencegahan eksploitasi, pelecehan, dan kekerasan seksual di lingkungan kerja kemanusiaan. Penguatan internal ini harus diimbangi denganstrategi menentukan keunggulan organisasi, mulai dari penajaman bidang keahlian, kejelasana wilayah kerja, ketepatan kelompok sasaran, inovasi program, hingga pengalaman proyek harian. Standar reputasi ini wajib dibangun melalui publikasi laporan tahunan berkala, pengisian website profesional, media sosial yang aktif, penulisan impact stories atau kisah dampak nyata penerima manfaat, hingga raihan penghargaan atau sertifikasi resmi. Kepercayaan jangka panjang dari para mitra hanya bisa dirawat melalui pelaporan program yang tepat waktu, transparansi penggunaan dana, audit independen berkala, komunikasi rutin yang terbuka, serta kepatuhan mutlak terhadap perjanjian kerja sama yang telah disatukan bersama. Mengingat posisis Indonesia yang berada di atas kepungan lempeng aktif dan dikelilingi ratusan sesar

Menggalang Kepedulian Global Melalui Budaya Gotong Royong Indonesia

Gerakan kemanusiaan dan kedermawanan Islam di Indonesia memegang peran besar dalam merajut jalinan kepedulian antarsesama. Semangat kebersamaan ini dibahas saat LAZ Zakatel menghadiri forum diskusi BAZNAS Fundraising Forum pada Rabu, 15 Juli 2026 di Gedung Darul Hajj, Kompleks Daarut Tauhid, Bandung. Pertemuan besar yang dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, dan Kementrian Agama RI ini menghadirkan bahasan penting dari Bapak Irvan Nugraha selaku CEO Rumah Zakat. Beliau membagikan materi bertajuk Eksplorasi Portofolio: Praktik Baik Rumah Zakat dalam Gerakan Kemanusiaan Nasional & Global. Berdasarkan data makro dari Survei Nasional ZISWAF awal tahun 2026, potensi nilai ZISWAF dari masyarakat Muslim dewasa dalam setahun bisa mencapai sekitar Rp343 Triliun. Potensi besar ini lahir dari akumulasi Infak atau Sedekah sebesar Rp221,7 Triliun, Qurban Rp52,3 Triliun, Wakaf Rp33,6 Triliun, Zakat Maal Rp27,0 Triliun, serta Zakat Fitrah Rp8,4 Triliun. Tingkat partisipasi umat juga sangat tinggi, dimana dari 180,6 juta Muslim dewasa, sebanyak 98,5% berpartisipasi dalam zakat fitrah dan 74,8% aktif berinfak atau bersedekah. Namun, tantangan yang dijembatani di lapangan sangat besar karena tercatat 56,9% masyarakat masih menyalurkan ZISWAF secara langsung atau melalui jalur non-formal. Melihat tantangan tersebut, arah gerakan kelembagaan harus matang dengan menetapkan positioning yang kuat. Sebagai contoh, dalam 28 tahun perjalanannya sejak 1998, Rumah Zakat berevolusi dari Traditional Institution, berkembang menjadi Professional Institution pada 2006, lalu menjadi World Class Socio Religious NGO pada 2010. Arah gerak kemudian bertransformasi menjadi Entrepreneurial Institution pada 2016, World Digital Philanthropy Institution pada 2020, hingga memantapkan posisi sebagai Global Islamic Philanthropy Institution pada 2026. Lembaga kemanusiaan global wajib memiliki tiga misi, yaitu menjaga kepercayaan masyarakat lewat tata kelola profesional dan akuntabel, menyelenggarakan program berkelanjutan lewat kolaborasi miltipihak, serta mengoptimalkan sumber daya insani yang produktif, adaptif, dan inovatif. Langkah ini diselaraskan dengan agenda nasional dan global, meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, kontribusi lintas tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs 2030, serta menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945 dalam menjaga perdamaian dunia lewat aksi kemanusiaan global. Realisasi program pemberdayaan dilakukan berbasis wilayah binaan melalui pendekatan Desa Berdaya yang terintegrasi ke dalam program, contohnya bidang sosial melalui program bantuan Beras untuk Lansia dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Jaringan harian ini didukung oleh keberadaan kantor perwakilan atau cabang, unit layanan zakat, ratusan desa berdaya, serta ribuan desa dan kelurahan binaan di berbagai daerah. Agar menghasilkan spektrum dampak yang luas, kerangka strategi program disusun melalui beberapa tahapan penting. Tahapan dimulai dari proteksi sosial berupa charity atau bantuan langsung dan respons cepat, Penguatan Kapasitas berupa pembangunan kemampuan menuju kemandirian, hingga Investasi Sosial untuk jangka menengah dan panjang. Selanjutnya dilakukan Penguatan Sistem kelembagaan serta unit layanan, serta menjalankan aspek Knowledge & Advokasi berupa manajemen pengetahuan dan advokasi kebijakan. Evolusi model pemberdayaan ini bergerak dinamis dari Charity, menuju Community Development, berkembang ke Social Enterprise, hingga menghasilkan Social Impact yang menghadirkan dampak istimewa melalui kolaborasi skema pendanan inovatif atau blended financing. Kanal penghimpunannya memanfaatkan program Ramadhan, program qurban seperti Desaku Berqurban dan Superqurban, pengelolaan ZISWAF dan fidyah, optimalisasi kampanye digital lewat aplikasi, manajemen CSR korporasi, hingga kolaborasi dengan komunitas donatur. Proses pengumpulan dana harian ini berjalan melalui siklus berurutan, mulai dari perancangan program dan dampak, hingga merawat loyalitas dan repeat donasi. Segmentasi donatur ditargetkan secara rapi kepada muzakki individu, korporasi & CSR, komunitas relawan, serta lembaga mitra strategis. Sementara produk penyalurannya dikemas lewat aplikasi digital, program reguler tematik, bantuan kebencanaan nasional, hingga bantuan kemanusiaan luar negeri. Pola komunikasi dampak dibangun secara transparan menggunakan pelaporan real-time dan dashboard digital, dokumentasi berupa metode berkisah (storytelling) penerima manfaat, serta publikasi laporan tahunan berkala. Metode kampanyenya memadukan program reguler, kampanye digital terintegrasi, serta pelibatan jaringan relawan dan influencer sebagai penggerak di lapangan. Capaian dari pengelolaan yang akuntabel ini terbukti mampu mendongkrak kepercayaan donatur. Hasil paling membahagiakan tecermin dari tren transformasi mustahik yang berhasil keluar dari garis kemiskinan, dimana banyak di antara mereka yang naik kelas menjadi seorang munfiq bahkan menjadi muzakki baru. Grafik tren pengetasan kemiskinan bagi peserta program ekonomi terus merangkak naik secara signifikan dari tahun ke tahun. Keberhasilan mengubah mustahik menjadi muzakki salah satunya dicontohkan oleh kisah sukses Pak Sarip Hidayat dari Desa Cipaku, Kabupaten Bandung. Berkat pendampingan dan bantuan modal usaha untuk mengembangkan bisnis yoghurt, produksinya meningkat dua kali lipat dan omzet usahanya melonjak drastis hingga belasan juta rupiah per bulan, sehingga kini beliau bisa ikut memberi manfaat bagi orang lain. selain di dalam negeri, sepak terjang gerakan kemanusiaan juga merambah ke kancah global dengan menjangkau empat kawasan dunia melalui aliansi lintas negara. Dalam menyalurkan bantuan internasional di wilayah krisis, lembaga filantropi harus menerapkan standar pemilihan mitra yang ketat guna menjaga amanah donatur. Standar tersebut meliputi verifikasi akuntabilitas dan legalitas hukum mitra, jaminan akses keamanan penyaluran hingga ke lokasi sasaran, kesesuaian syariah dan ketepatan peruntukan dana, serta sistem pelaporan dampak yang transparan dan terukur. Kolaborasi lintas lembaga, wilayah, dan negara terbukti mampu memperkuat cakupan, kecepatan, dan kepercayaan publik dalam penyaluran bantuan. kinerja tata kelola ini diperkuat lewat kepatuhan audit laporan keuangan dengan opini Wajar tanpa pengecualian (WTP) belasan kali berturut-turut, predikat sangat baik dan transparan dalam audit syariah kementrian Agama, serta kepemilikan sertifikasi sistem manajemen anti-penyuapan ISO 37001:2016. Forum diskusi ini merumuskan tiga rekomendasi kolaborasi bertema Budaya Gotong Royong Indonesia untuk Kemanusiaan Dunia: Membuka mata dan hati pada setiap kesulitan di sekitar kita merupakan cerminan dari kematangan spiritual. Setiap kontribusi yang kita berikan, sekecil apapun itu, adalah jembatan kasih sayang yang mengharumkan martabat dan memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. LAZ Zakatel dengan izin no. 485/2022 siap menjadi wasilah yang menyalurkan kepedulian Anda. Salurkan amanah zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat melalui rekening resmi a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Tidak lupa konfirmasi call center kami 0812 2374 1539 (WhatsApp) Semoga kebaikan Sahabat dibalas berkah berlipat serta keluarga selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan ketenteraman hidup oleh Allah SWT. Aamiin.

Menghormati Martabat Mustahik Serta Muzakki dalam Berdema

Sektor filantropi di Indonesia memiliki peran besar dalam merajut jalinan kepedulian antarsesama. Semangat kebersamaan ini menjadi benang merah utama saat LAZ Zakatel menghadiri forum diskusi BAZNAS Fundraising Forum pada Rabu, 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT), Geger Kalong, Bandung. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, dan Kementrian Agama RI ini menghadirkan catatan penting dari Bapak M. Arifin Purwakananta selaku Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI. Beliau menekankan sebuah paradigma baru mengenai pentingnya menjalankan fundraising kemanusiaan inklusif sebagai gerakan moral bersama. Kemanusiaan adalah jalan utama dalam Islam sekaligus nilai universal yang melampaui batas identitas. Nilai luhur ini bersandar pada teladan mulia Nabi Muhammad SAW yang selalu menghargai martabat sesama manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang. Melalui sudut pandang ini, fundraising atau penggalangan dana harus diartikan sebagai gerakan yang menghargai martabat semua pihak, mengajak partisipasi siapa saja, serta mendorong pemulihan menyeluruh bagi yang ditolong, para penolong, dan lingkungan masyarakat sekitar. Persoalan kemanusiaan di lapangan terlalu besar jika hanya dipikul sendiri sehingga diperlukan kerja sama erat yang merangkul pemerintah, swasta, komunitas, akademisi, hingga masyarakat global. Lembaga kebaikan wajib mewaspadai dua kutub ekstrem yang sering kali merusak esensi gerakan filantropi ini: Sebagai jalan tengah, komunikasi inklusif harus dikedepankan dengan menyebarkan ajaran kebaikan universal, membangun optimisme, serta menggugah kesadaran masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi nyata. Komunikasi inklusif itu sendiri bermakna sebagai cara penyampaian pesan ajakan berderma yang menghormati martabat manusia, jujur, serta adil tanpa membeda-bedakan latar belakang suku maupun golongan. Contohnya ketika menyusun konten program bantuan, tim amil tidak lagi memajang foto mustahik dengan wajah menangis tersedu-sedu atau kondisi yang terkesan dieksploitasi demi memancing rasa iba donatur. sebagai gantinya, menampilkan foto sang penerima manfaat yang sedang tersenyum menerima modal usaha dengan narasi yang fokus pada potensi kemandirian ekonominya di masa depan. Ikhtiar ini membutuhkan cara kerja pengumpulan dana yang bersandarkan pada lima prinsip utama komunikasi inklusif agar membawa perubahan jangka panjang. Pertama, kita harus selalu berpihak pada martabat manusia dengan menceritakan kisah penerima manfaat secara etis, empati, dan atas izin mereka. kedua, keterbukaan informasi harus dijaga lewat transparansi penggunaan dana dan audit yang terbuka untuk umum. Ketiga, pendekatan komunikasi harus fokus menggugah harapan serta potensi pemulihan. Bukan malah menjual kekurangan. Keempat, ruang kolaborasi wajib dibuka seluas-luasnya dengan membagi peran secara sehat. Kelima, program pemulihan harus dirancang secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada bantuan fisik untuk korban, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental serta apresiasi layak bagi para relawan dan petugas kemanusiaan di lapangan. Hasil akhir dari penggalangan dana pada hakikatnya bukan sekadar urusan mengumpulkan uang melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Langkah praktis dalam mengukur dampak kebaikan ini harus dikerjakan secara profesional mulai dari rencana program berbasis data kebutuhan nyata, pelaksanaan yang partisipatif, monitoring rutin, hingga evaluasi dampak yang jelas. Melalui momentum diskusi forum BAZNAS ini LAZ Zakatel berkomitmen untuk terus menyelaraskan setiap program bantuan agar semakin rapi, transparan, dan berdampak nyata untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Membuka mata dan hati pada setiap kesulitan di sekitar kita merupakan cerminan dari kematangan spiritual. Setiap kontribusi yang kita berikan; sekecil apapun itu, adalah jembatan kasih sayang yang mengembalikan martabat dan memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. LAZ Zakatel siap menjadi wasilah yang menyalurkan kepedulian Anda. Salurkan amanah zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat melalui rekening resmi a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Tidak lupa konfirmasi call center kami 0812 2374 1539 (WhatsApp) Setiap kepedulian yang kita bagikan menjadi langkah untuk saling memulihkan dan menguatkan solidaritas antarmanusia

Tren Gemar Berbagi Lahirkan Generasi Suka Menolong

Sektor filantropi Islam di tanah air belakangan ini sedang mengalami pergeseran sudut pandang yang sangat mendasar. Pandangan ini mengemuka saat LAZ Zakatel menghadiri forum diskusi BAZNAS Fundraising Forum pada Rabu, 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT), Geger Kalong, Bandung. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, dan Kementerian Agama RI ini menghadirkan pemaparan mendalam dari Bapak Jajang Nurjaman, S.E selaku Direktur Utama DT Peduli. Beliau menyampaikan sebuah pesan penting mengenai esensi sejati dalam mengelola dana umat melalui materi bertajuk Roots Before Fruits. Prinsip ini mengingatkan kita semua mengapa masa depan zakat tidak ditentukan oleh fundraising, tetapi oleh kemampuan menumbuhkan akar kedermawanan. Landasan utama dari pemikiran ini bersandar pada Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24-25, yang artinya: “Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik; akarnya kuat menghunjam dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu bagi manusia agar mereka selalu mengambil pelajaran.” Melalui ayat ini kita diajak melihat pentingnya memiliki akar yang kuat agar bisa bertumbuh tinggi dan berbuah setiap waktu. Beliau menekankan pentingnya mengubah kebiasaan lama dalam dunia penghimpunan dana umat. Selama ini, banyak pihak terjebak pada paradigma Lama: Mengecat buah, dimana fokus lembaga hanya tertuju pada akibat, yaitu memoles strategi pengumpulan dana agar angka zakat naik. Pola kerja ini diibaratkan seperti sekadar mewarnai bagian luar buah di pohon, tanpa pernah merawat kesehatan akar dan tanahnya. Pengurus zakat semestinya beralih ke Paradigma Baru yaitu Merawat Akar yang fokus pada penyebab utama, yaitu membangun peradaban, trust, kemakmuran, hingga kesadaran zakat naik dengan cara merawat tanah, air, dan ekosistem masyarakatnya. sebab, fundraising hanyalah akibat, bukan penyebab. Jika melihat urutan Piramida Peradaban Zakat, tugas seorang pengelola dana umat tidak boleh berhenti di permukaan saja. Struktur ini bergerak dari: Banyak institusi yang sering kali berhenti di Level 2 saja. Kita harus mendefinisikan ulang keberhasilan dengan menghindari ilusi indikator ekonomi yang transaksisonal seperti total penghimpunan, jumlah donatur, ROI campaign, atau conversion rate. Sebagai gantinya, lembaga harus menggunakan Civilization KPI atau metrik peradaban, seperti menghitung berapa banyak keluarga yang mulai shalat berjamaah, anak muda yang menjadi relawan, pengusaha yang berzakat, masjid yang menjadi pusat pemberdayaan, hingga kampung yang mandiri secara ekonomi. Kalau metrik peradaban ininaik, maka zakat pasti naik. Oleh karena itu, tujuan utama dalam menumbuhkan manusia dermawan adalah tidak sekadar bercita-cita menjadi lembaga fundraising raksasa. Tugas mulia para amil adalah membangun institusi yang melahirkan masyarakat yang senang memberi, sehingga orang baik bertambah, zakat dan sedekah bertambah, relawan bertambah, kolaborasi meluas, dan negara menjadi kuat. Jajang Nurjaman. Foto: Dokumentasi BAZNAS Fundraising Forum Hal ini sejalan dengan hukum konservasi kebaikan, dimana kebaikan tidak pernah hilang melainkan hanya berpindah bentuk. Siklusnya bermula dari rasa percaya, melahirkan orang baik baru, memberi, mengajak orang lain, hingga merasakan dampak. Kita juga harus bijak melihat tantangan antara teknologi vs hati manusia. Masa depan zakat bukan ditentukan oleh AI, digital, TikTok, atau QRIS, melainkan oleh kecepatan masyarakat melahirkan orang baik berikutnya. Teknologi hanya berfungsi mempercepat, sedangkan yang menggerakkan tetaplah hati manusia. Inti dari prinsip Roots Before Fruits adalah bukan sekadar mengelola uang, tetapi mengelola lahirnya manusia dermawan; bukan sekadar mencari donatur, tetapi menciptakan generasi pemberi; serta bukan sekadar membesarkan lembaga, tetapi membesarkan perdaban. Alur berpikir strategis ini diterapkan melalui Framework 4S DT Peduli untuk membangun solusi berdampak. Tahapannya dimulai dari: Sebagai sesama lembaga penggerak kebaikan di Indonesia, contoh nyata dari konsep ini telah dipraktikkan secara terukur lewat program rumah panggung tetap (Rupatap) di Aceh, gerakan Qurban Impact di 30 negara, hingga program pangan Dapur Indonesia di wilayah konflik. Kehadiran program-program tersebut mengingatkan kita bahwa jangan mulai dari program, melainkan mulailah dari masalah besar, temukan celah sistem, hadirkan solusi terbaik, lalu bangun keunggulan yang tidak mudah ditiru demi melahirkan peradaban yang bermartabat. Melalui momentum diskusi bersama BAZNAS Fundraising Forum ini, mari kita bersama-sama memperkuat kerja sama dan merapatkan barisan. Kami memohon doa serta dukungan tulus dari seluruh lapisan masyarakat agar LAZ Zakatel dapat terus bertumbuh, berkembang semakin maju, profesional, dan memberikan manfaat yang jauh lebih luas bagi sesama yang membutuhkan. LAZ Zakatel siap menjadi jembatan amanah Anda. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat Zakatel melalui rekening resmi a.n Zakatel Citra Caraka: BNI: 2.229.222.920 BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77 BSI (Zakat): 70.262.223.32 Mandiri: 131.00.1022992.2 Tidak lupa konfirmasi call center kami 0812 2374 1539 (WhatsApp) Kedermawanan kita hari ini adalah awal dari sebuah kebaikan. Ia siap tumbuh seperti pohon yang meneduhi bumi, mendatangkan ketenteraman jiwa bagi kelangsungan umat dan bangsa.