Menghormati Martabat Mustahik Serta Muzakki dalam Berdema

Sektor filantropi di Indonesia memiliki peran besar dalam merajut jalinan kepedulian antarsesama. Semangat kebersamaan ini menjadi benang merah utama saat LAZ Zakatel menghadiri forum diskusi BAZNAS Fundraising Forum pada Rabu, 15 Juli 2026 di Daarut Tauhid (DT), Geger Kalong, Bandung.

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan BAZNAS RI, DT Peduli, Rumah Zakat, BNPB, dan Kementrian Agama RI ini menghadirkan catatan penting dari Bapak M. Arifin Purwakananta selaku Deputi I Bidang Pengumpulan BAZNAS RI. Beliau menekankan sebuah paradigma baru mengenai pentingnya menjalankan fundraising kemanusiaan inklusif sebagai gerakan moral bersama. Kemanusiaan adalah jalan utama dalam Islam sekaligus nilai universal yang melampaui batas identitas. Nilai luhur ini bersandar pada teladan mulia Nabi Muhammad SAW yang selalu menghargai martabat sesama manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Melalui sudut pandang ini, fundraising atau penggalangan dana harus diartikan sebagai gerakan yang menghargai martabat semua pihak, mengajak partisipasi siapa saja, serta mendorong pemulihan menyeluruh bagi yang ditolong, para penolong, dan lingkungan masyarakat sekitar. Persoalan kemanusiaan di lapangan terlalu besar jika hanya dipikul sendiri sehingga diperlukan kerja sama erat yang merangkul pemerintah, swasta, komunitas, akademisi, hingga masyarakat global. Lembaga kebaikan wajib mewaspadai dua kutub ekstrem yang sering kali merusak esensi gerakan filantropi ini:

  1. Kutub pertama ialah kebiasaan menjual penderitaan atau mengeksploitasi kesedihan demi mendapatkan donasi; tindakan yang justru merendahkan martabat kelompok rentan dan memosisikan mereka hanya sebagai objek belas kasihan.
  2. Kutub kedua adalah sikap merasa paling benar sendiri atau mengklaim kebenaran yang memicu polarisasi antara kelompok kita dengan pihak lain sehingga mempersempit ruang kerja sama.

Sebagai jalan tengah, komunikasi inklusif harus dikedepankan dengan menyebarkan ajaran kebaikan universal, membangun optimisme, serta menggugah kesadaran masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi nyata. Komunikasi inklusif itu sendiri bermakna sebagai cara penyampaian pesan ajakan berderma yang menghormati martabat manusia, jujur, serta adil tanpa membeda-bedakan latar belakang suku maupun golongan. Contohnya ketika menyusun konten program bantuan, tim amil tidak lagi memajang foto mustahik dengan wajah menangis tersedu-sedu atau kondisi yang terkesan dieksploitasi demi memancing rasa iba donatur. sebagai gantinya, menampilkan foto sang penerima manfaat yang sedang tersenyum menerima modal usaha dengan narasi yang fokus pada potensi kemandirian ekonominya di masa depan.

Ikhtiar ini membutuhkan cara kerja pengumpulan dana yang bersandarkan pada lima prinsip utama komunikasi inklusif agar membawa perubahan jangka panjang. Pertama, kita harus selalu berpihak pada martabat manusia dengan menceritakan kisah penerima manfaat secara etis, empati, dan atas izin mereka. kedua, keterbukaan informasi harus dijaga lewat transparansi penggunaan dana dan audit yang terbuka untuk umum. Ketiga, pendekatan komunikasi harus fokus menggugah harapan serta potensi pemulihan. Bukan malah menjual kekurangan. Keempat, ruang kolaborasi wajib dibuka seluas-luasnya dengan membagi peran secara sehat. Kelima, program pemulihan harus dirancang secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada bantuan fisik untuk korban, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental serta apresiasi layak bagi para relawan dan petugas kemanusiaan di lapangan.

Hasil akhir dari penggalangan dana pada hakikatnya bukan sekadar urusan mengumpulkan uang melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Langkah praktis dalam mengukur dampak kebaikan ini harus dikerjakan secara profesional mulai dari rencana program berbasis data kebutuhan nyata, pelaksanaan yang partisipatif, monitoring rutin, hingga evaluasi dampak yang jelas. Melalui momentum diskusi forum BAZNAS ini LAZ Zakatel berkomitmen untuk terus menyelaraskan setiap program bantuan agar semakin rapi, transparan, dan berdampak nyata untuk kemaslahatan masyarakat banyak.

Membuka mata dan hati pada setiap kesulitan di sekitar kita merupakan cerminan dari kematangan spiritual. Setiap kontribusi yang kita berikan; sekecil apapun itu, adalah jembatan kasih sayang yang mengembalikan martabat dan memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang di tengah keterbatasan. LAZ Zakatel siap menjadi wasilah yang menyalurkan kepedulian Anda. Salurkan amanah zakat, infak, dan sedekah terbaik Sahabat melalui rekening resmi a.n Zakatel Citra Caraka:

BNI: 2.229.222.920

BSI (Infak sedekah): 77.333.333.77

BSI (Zakat): 70.262.223.32

Mandiri: 131.00.1022992.2

Tidak lupa konfirmasi call center kami

0812 2374 1539 (WhatsApp)

Setiap kepedulian yang kita bagikan menjadi langkah untuk saling memulihkan dan menguatkan solidaritas antarmanusia

About Company

Zakatel adalah sebuah lembaga nirlaba yang mengelola zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. Kami pun mendistribusikan kepada yang berhak dan sesuai dengan syari’at islam.

Most Recent Posts

  • All Posts
  • Dakwah
  • Kemanusiaan
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Tahunan
  • Masjid
  • Peduli Pendidikan
  • Peduli Sosial
  • Ramadhan
  • Tebar Al-Quran
  • Tebar Beras
  • Tebar Qurban

Category

Tags